Pengamanan Konflik Kwamki Narama Ditambah

Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan. (Ricky/Binpa)

TIMIKA, BINPASetelah 25 hari pecah perang saudara di Distrik Kwamki Narama membuat pihak keamanan melakukan penambahan personel untuk melakukan pengamanan terhadap kedua kubu yang bertikai.

Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan mengatakan, pihaknya telah menurunkan 90 personel gabungan untuk mengamankan konflik yang tidak kunjung usai tersebut.

“Jadi sudah hari ke-25 konflik, kami masih eksis menjaga keamanan di Kwamki Narama dengan cara kita menempatkan 90 personel disana (Kwamki Narama),” kata Kapolres saat ditemui di depan Sekretariat Gakumdu, Selasa (27/2).

Kapolres menjelaskan, 90 personel yang diturunkan terdiri 30 personil dari Yonif 754/ENK, 30 personil dari Yon B Brimob Polda Papua, dan Dalmas Polres Mimika 30 personel.

Lebih jelasnya Kapolres menambahkan, personel yang ada akan diturunkan pada perbatasan antara kedua kubu yang bertikai untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan. Selain itu pihaknya juga melakukan pengecekan kendaraan dan orang yang hendak masuk ke areal Freeport.

“Mereka ini kami tempatkan di pertengahan antara kubu atas dan kubu tengah dan kubu bawah. Kami juga lakukan pengamanan di jalan masuk Check point 28,” tambahnya.

Dalam berupaya menghentikan perang, aparat gabungan pun juga telah dan sedang melakukan pendekatan kepada Tokoh-tokoh adat dan Tokoh pemuda.

Hal iru, kata Kapolres Indra  agar konflik di Kwmaki Narama bisa secepatnya diselesaikan .

Menurutnya, konflik di Kwamki Narama harus diselesaikan sehingga tidak berlarut-larut. Karena dengan adanya konflik selama 7 tahun banyak kerugian yang dialami oleh masyarakat baik nyawa mupum harta benda.

“Karena sudah terlalu lama perang sejak 7 tahun lalu,” terangnya.

Dirinya berharap agar konflik di Mimika bisa secepatnya diselesaikan dan aktivitas masyarakat kembali seperti biasa, mengingat dengan adanya konflik sekolah diliburkan, aktivitas masyarakat untuk bekerja dan bertani menjadi terganggu.(Jrl/aj)

Tinggalkan Balasan