Pemkot Diminta Tertibkan Bangunan di Pinggir Sungai Hanyaan

Jajaran Polsek Jayapura Selatan bersama warga setempat saat meminta penghentian proses pembangunan perumahan di pinggiran Sungai Hayaan Entrop. (Neles/Binpa)

JAYAPURA, BINPAAktifis Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Soleman Maniani, meminta kepada Pemkot Jayapura untuk segera melakukan penertiban terhadap perumahan yang sedang dibangun oleh salah satu developer di bantaran sungai Hanyaan Entrop.

Disampaikan demikian, karena developer tersebut membangun di areal yang selalu menjadi tempat untuk dilakukan pembersihan material sampah dalam sungai, bahkan menutupi saluran pembuangan air warga ke Sungai Hanyaan.

Pembangunan rumah diatas drainase. (Neles/Binpa)

“Perumahan yang dibangun itu, dampaknya sangat besar, karena menutupi saluran pembuangan, sehingga bila terjadi hujan deras, warga yang bermukim di sekitar pasti terkena dampak banjir, lagi pula itu menghalangi kami membersihkan sungai,” ungkapnya saat melihat proses pembangunan perumahan di Sungai Hanyaan Entrop, Selasa, (27/2).

Ditegaskan, dirinya meyakini bahwa developer tersebut tidak memiliki dokumen perijinan berupa surat ijin membangun bangunan (IMB) dan dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal).

Pihaknya menilai, developer tersebut tidak patuh terhadap perundang-undangan yang berlaku di negara ini. “Kalau tidak punya ijin,  maka sebaiknya dibongkar demi kebaikan warga kota kedepannya,” tandasnya.

Untuk itu, dirinya mengharapkan agar Pemkot Jayapura segera mengambil langkah tegas untuk melakukan pembongkaran terhadap proses pembangunan perumahan tersebut, supaya hal ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk tidak mendirikan bangunan sembarangan tempat yang pada gilirannya merugikan warga sendiri.(Nls/aj)

Tinggalkan Balasan