Paslon Omtob Harapkan Ada Putusan Normatif

Konferensi pers Johannes Rettob didampingi Kuasa Hukumnya Marvey Dangeubun, SH., MH. (Ricky/Binpa)

TIMIKA, BINPASidang lanjutan Musyawarah Sengketa Pilkada Kabupaten Mimika dengan pemohon Paslon Eltinus Omaleng, SE. MH dan Johannes Rettob, S. Sos, MM (Omtob) mengalami penundaan dan akan dagendakan digelar Hari Rabu (28/2).

Meski merasa kecewa dengan penundaan tersebut, pihak Omtob berharap adanya keputusan yang normatif.

“Sekali lagi saya merasa kecewa dan maunya saya itu keputusan harus cepat, karena kita dikejar dengan waktu,” kata Johannes Rettob di Sekretariat tim pemenangan Omtob, Selasa (272) di jalan Hasanusin.

Ia menjelaskan, waktu yang diberikan untuk mengajukan keberatan sangat terbatas. Oleh sebab itu dirinya mengharapkan adanya keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan sidang yang sesuai dengan aturan.

“Intinya kami hanya ingin proses ini cepat dan punya kekuatan hukum dan keputusannya jangan subjektif dan keputusannya harus normatif (sesuai aturan) sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2016 dan sesuai dengan PKPU nomor 3 dan perubahan nomo 15, dan sesuai dengan peraturan Bawaslu,” jelas John.

Sementara itu Kuasa hukum Omtob Marvey Dangeubun, SH. MH mengatakan, menyangkut penyelesaian sengketa di Panwaslu itu, pimpinan sidang harus mengacu pada Peraturan Bawaslu RI nomor 8 tahun 2015 tentang tata cara penyelesaian sengketa Pilkada.

Artinya, Panwaslu dan KPU serta penggugat (Omtob) harus tunduk pada aturan dan mekanisme yang berlaku di dalam pasal 17 tentang tahapan yang harus dilaksanakan dalam proses persidangan musyawarah ini.

“Semua harus tunduk pada aturan Bawaslu dan jangan melaksanakan sidang diluar dari peraturan tersebut,” kata Marvey.

Dikatakan, pihaknya telah menghadiri sidang penyelesaian sengketa sebanyak tiga kali. Namun dalam sidang pertama tidak dihadiri oleh KPU Kabupaten Mimika, sidang kedua pihak KPU belum bisa memberikan jawaban. Seharusnya sidang kedua sudah masuk dalam pemeriksaan saksi dan alat bukti sehingga langsung diputuskan.

“Kami sudah lalui sidang sebanyak tiga kali dan untuk sidang kali ini harus pemeriksaan saksi dan alat bukti mengungat sidang ini beraifat cepat,” kata Marvey.

Ia menegaskan, dalam sidang tersebut apabila tidak berjalan sesuai yang diharapkan maka sengketa ini akan di bawa ke PT TUN.

“Apabila proses ini tidak sesuai harapan kami maka kami akan teruskan ke PT TUN,” tegasnya.(Jrl/aj)

Tinggalkan Balasan