Kantor Representatif DPKP2 Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas DPKP2 Provinsi Papua, Daud Ngabalin, saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Jadi yang pertama Dinas DPKP2 Provinsi Papua, Selasa (27/2/2018). (Munir/Binpa)

JAYAPURA, BINPA – Asisten III Bidang Umum Setda Provinsi Papua Elysa Auri, mengatakan bahwa Kantor Representatif Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2) saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua.

“Kita sudah bicarakan masalah kantor DPKP2, nanti setelah ada bangunan yang dirasa cocok baru mereka dipindahkan,” kata Elysa Auri, saat menghadiri syukuran satu tahun terbentuknya DPKP2 Papua, Selasa (27/2/2018).

Untuk sekarang jelas Elysa, hingga saat ini para pegawai di DP2KP Papua masih berkantor dengan menyewa bangunan Hotel Numbay, Jl. Trikora, Kota Jayapura.

Acara syukuran satu tahun DPKP2 Papua ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala DPKP2, Daud Ngabalin dan dihadiri staf DPKP2 dan dihadiri beberapa pimpinan SKPD di jajaran Pemerintah Provinsi Papua.

Elysa Auri, menghimbau kepada Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Papua untuk terus membangun koordinasi yang baik dengan seluruh pegawainya, agar program-program kerja yang ada pada DPKP2 Provinsi Papua dapat dilaksanakan dengan baik.

“Mengingat DPKP2 adalah salah satu dinas yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, salah satu program yang harus menjadi perhatian DPKP2 adalah program rumah layak huni bagi masyarakat yang kurang mampu,” kata Elysa.

“Nah untuk memastikan bagaimana peogram ini punya manfaat bagi masyarakat, salah satunya harus ada komunikasi, koordinasi yang baik antara pimpinan SKPD dengan bawahannya,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Kepala DPKP2 Provinsi Papua, Daud Ngabalin mengaku ada tiga tugas pokok DPKP2 yang harus menjadi fokus pada usia satu tahun DPKP2, ia juga meminta seluruh stafnya untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas sebagai ASN yang bertugas di DPKP2, meski hingga kini DPKP2 belum memiliki kantor representatif.

“Kepada semua rekan-rekan kerja saya, saya mohon maaf, karena selama satu tahun berjalan kita bekerja tidak sebagaimana layaknya orang bekerja. Tapi itulah konsekuensi dari orang bekerja. Ini sebuah proses, mudah-mudahan dengan semangat kerja kita, kita bisa segera memiliki kantor yang representatif,” ungkapnya. (Munir)

Tinggalkan Balasan