Jumlah Koperasi yang Bersertifikat Sangat Minim

Kepala Bagian Rencana dan Program Biro Perencanaan Kementerian Koperasi, Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM), Edhi Kusdiyarwoko. (Munir/Binpa)

JAYAPURA, BINPA Kepala Bagian Rencana dan Program Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Edhi Kusdiyarwoko mengatakan bahwa dari sekitar 3000 koperasi yang ada, hanya 24 koperasi yang bersertifikat. Sedangkan yang aktif hanya 1000-an koperasi.

”Dari jumlah 3000an hanya 1000an yang aktif dan 42 yang bersertifikat itu dari data kami,” kata Edhi kepada wartawan di Jayapura, Selasa (27/2/2018).

Menurutnya, untuk Koperasi yang masih aktif tersebut masih perlu dilakukan pembenahan lebih jauh lagi.

“Koperasi yang bersertifikat itulah cikal bakal pembinaan ke depannya, memang tidak menutup kemungkinan koperasi-koperasi yang tidak bersertifikat itu tetap akan kita bina,” katanya.

Meski demikian ke depan Kementerian Koperasi dan UKM dalam melakukan pembinaan hanya mengutamakan koperasi-koperasi yang telah bersertifikat.

“Kami sudah ada Memory of Understanding (Mou) dengan beberapa kementerian, jadi memang pemberian bantuan dari kementerian pusat, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pertanian dan kementerian lainnya hanya diberikan kepada koperasi yang bersertifikat, itu juga berlaku pada Kementerian Koperasi dan UKM,” ungkapnya.

“Adapun bentuk bantuan yang diberikan bermacam-macam, mulai dari permodalan sampai dengan yang sifatnya berbentuk barang, seperti misalnya dari KKP seperti misalnya kapal,” katanya lagi.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua, Luther Bonggoibo mengatakan, masalah koperasi aktif dan tidak aktif tersebut merupakan program nasional.

Menurutnya, koperasi yang tidak aktif tersebut tidak serta merta langsung dibubarkan, melainkan akan diberikan kesempatan pembinaan-pembinaan lagi.

“Jika memang sudah tidak bisa dibina dan dihidupkan kembali apa boleh buat pasti akan kita bubarkan, tetapi sepanjang masih bisa dibina dan dihidupkan kembali maka akan kita hidupkan, ada beberapa alternatif yang kami siapkan jika memang sama sekali tidak bisa dihidupkan maka akan kami gabungkan ke koperasi-koperasi yang bisa dibina dan dihidupkan kembali,” katanya. (Munir)

 

Tinggalkan Balasan