HIPMI: Saatnya Pengusaha Papua Bangkit

Pembukaan Rakerda XII dan Diklatda III HIPMI Papua, di Fave Hotel Jayapura, Senin (26/2/2018).

JAYAPURA, BINPAJumlah pengusaha di Indonesia yang relatif sedikit, yakni 1,3 persen dan total penduduk Indonesia, bila kedepan tidak berkembang akan membahayakan pemerintahan.

Hal itu diungkapkan Yaser Palito, Wakil Ketua Umum BPP HIPMI, karena diprediksikan pada Tauun 2030 mendatang akan terjadi bonus demografi, yakni jumlah tenaga produktif di Indonesia yang lebih sedikit.

Yang mana, bila jumlah pengusaha tidak naik, dipastikan banyak pengangguran-pengangguran intelektual yang ada di Indonesia.

“Dan lebih berbahaya lagi bila potensi-potensi yang ada di Indonesia ini, khususnya di Papua, karena kita telat mendidik pengusaha, potensi-potensi yang ada ini diambil pengusaha-pengusaha dari luar Indonesia,” ungkapnya dalam pembukaan Rakerda XII dan Diklatda III Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Papua, di Five Hotel Jayapura, Senin (26/2/2017).

Bila demikian, dipastikan pada Tahun 2030 anak-anak muda di Indonesia nanti menjadi TKI di negara sendiri.

“Kita tidak usah jauh-jauh ke Malaysia, Singapura, atau Arab Saudi, dan lain-lainnya, lihat di negara sendiri banyak warga yang menjadi TKI,” lanjutnya.

Peserta Rakerda XII dan Diklatda III HIPMI Papua, di Five Hotel Jayapura, Senin (26/2/2018).

Karena, menurutnya, orang luar yang datang membuka usaha dan menikmati sumber daya alam yang kita miliki, sementara kita yang bekerja.

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah daerah untuk membangun sinergitas dengan pengusaha-pengusaha muda, agar pengusaha-pengusaha muda yang ada bisa maju.

“Teman-teman pengusaha di Papua, sudah saatnya kita bangkit, dan kita menjadi pemain utama di negeri kita sendiri, jangan biarkan orang masuk dan mengambil sumber daya kalian, dan kalian hanya jadi penonton. Itu ironis,” tandasnya.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra dan SDM, Ani Rumbiak, mewakili gubernur saat membuka Rakerda XII dan Diklatda III HIPMI Papua mengakatan, HIPMI dituntut membangun kordinasi yang baik dengan pemerintah, termasuk didalamnya ada TNI dan Polri, serta lembaga pemerintah lainnya.

“Juga membangun hubungan baik dengan perbankan sebagai salah satu sumber pendanaan dalam menjalankan usaha,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua HIPMI Papua, Dasril Sahari, di kesempatan sama mengungkapkan bahwa globalisasi dan kemajuan teknologi informasi menuntut pengusaha untuk terus mengembangkan diri agar tidak tergilas oleh roda globalisasi.(aj/aj)

Tinggalkan Balasan