Tingkatkan PAD, Tiga Perda Direvisi

Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, MKP bersama Kepala Bappenda Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrik Tegay, S.Sos, M.Si dan staf Bappenda serta Bagian Hukum Setda sedang membahas revisi Perda di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah Sentani, Jumaat (23/02). Foto: Yan Piet

SENTANI, BINPAGuna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura pada Tahun 2018 maka Pemerintah Daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam hal ini, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) bersama Bagian Hukum Setda Kabupaten Jayapura melakukan revisi tiga Peraturan Daerah.

Revisi tersebut dilakukan sebara bersama melalui sebuah mekanisme pembedahandalam pertemuan bersama antar Bappenda dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Jayapura yang berlangsun di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah Sentani, Jumaat (23/02) kemarin.

Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, MKP usai mengikuti revisi Perda tersebut kepada Bintang Papua di ruang kerjanya, Jumat (23/02) mengatakan, Kabupaten Jayapura sebagai salah satu kabupaten terdepan di Papua hendaknya menghasilkan PAD bagi pembangunan daerah.

“Kami berharap supaya usai dari revisi, Perda akan keluar untuk menjadi dasar hukum penarikan retribusi dan sejenisnya demi meningkatkan kemasukan bagi PAD dari sejumlah sumber yang di atur dalam Perda tersebut,” harap Basri.

Dikatakannya, sumber-sumber PAD di Kabupaten Jayapura sangat banyak. Jika di kelola secara baik berdasarkan regulasi seperti Perda maka tidak mustahil penetapan target PAD untuk tahun 2018 yang mencapai 100 M lebih dapat di capai.

Sementara itu, Kepala Bappenda Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrik Tegay, S.Sos, M.Si menyebitkan bahwa Peraturan Daerah (Perda) yang di revisi oleh pihaknya bersama bagian hukum adalah, Perda tentang Pajak Bumi dan Bangunan, Perda Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan bangunan an Perda Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.

Tegay menegaskan, bahwa target PAD yang di tetapkan untuk tahun 2018 adalah sebsar 100 Milyart lebih. Untuk mengejar PAD tersebut maka ada sebagian sumber PAD yang perlu di lakukan revisi supaya memberikan pemasukan yang memadai dalam mengejar target PAD,” ungkapnya.

Ditambahkan, dirinya bersama semua staf di Bappenda akan bekerja secara maksimal untuk mengejar target PAD. Andai target tersebut dapat di capai pada APBD induk maka untuk APBD perubahan target PAD untuk Kabupaten Jayapura akan di tambahkan.

“Kami juga menghimabu kepada semua wajib pajak atau retribusi untuk taat memberikan kewajibannya supaya semua masukan PAD akan di kelola dan tentu akan di kembalikan kepada masyarakat melalui program-program pembangunan,” pungkasnya.(yft/aj)

Tinggalkan Balasan