Lima Pendamping di Turunkan Awasi Koperasi Adat

Kepala Disperindagkop UKM Kota Jayapura, Robert L. N. Awi. Foto: Neles

JAYAPURA, BINPA Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Jayapura, Robert L. N. Awi, mengatakan, pihaknya telah menurunkan 5 pendamping untuk melakukan pendampingan terhadap 10 unit usaha koperasi adat yang ada di sejumlah kampung di Kota Jayapura.

“5 Tenaga pendamping ini sedang melaksanakan tugasnya di koperasi adat yang tersebar pada 5 distrik di Kota Jayapura ini,” ungkapnya kepada Bintang Papua di ruang kerjanya, Jumat (23/2).

Dalam pendampingan dimaksud, akan dibarengi dengan evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan usaha yang dilakukan koperasi-koperasi adat ini, hal ini agar pihaknya menilai sejauh mana upaya anggota koperasi adat ini dalam melaksanakan usaha koperasi dalam memajukan pendapatan ekonomi bagi para anggota koperasi.

Disampaikannya, dalam pengelolaan koperasi adat ini, pihaknya menemukan sejumlah permasalahan diantaranya ada koperasi adat yang hingga kini belum memiliki akta pendirian koperasi, ada juga anggota koperasi yang tidak aktif, bahkan ada juga koperasi yang belum memasukan laporan rapat anggota tahunan koperasi.

Permasalahan-permasalahan tersebut dirinya telah memerintahkan kepada 5 pendamping yang ada untuk segera membenahinya, sebab jika koperasi-koperasi tersebut tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang ada, maka di Tahun 2018 ini koperasi dimaksud tidak menerima bantuan.

Dirinya meminta kepada koperasi-koperasi adat yang ada untuk setidaknya terus membenahi kinerjanya, sebab apa yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura baik dalam pemberian bantuan modal usaha dan para pendamping itu semata-mata untuk adanya perbaikan peningkatan ekonomi masyarakat khususnya yang ada di kampung-kampung.

“Mari benahi diri, kelola koperasi dengan baik, karena sudah pasti sebuah usaha koperasi bila dijalankan dengan baik akan membawa kesejahteraan bagi para anggotanya,” tandasnya.(Nls/aj)

Tinggalkan Balasan