Sopir Minta Retribusi Angkot di Pasar Youtefa Ditiadakan

Kondisi Terminal Pasar Youtefa Kotaraja yang rusak parah. Foto: Neles

JAYAPURA, BINPAKarena fasilitas yang dinilai tidak layak bagi angkutan kota dalam beraktifitas di terminal Youtefa, sejumlah sopir angkota di Terminal Pasar Youtefa Kotaraja mengeluhkan dan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura untuk menghentikan retribusi masuk Pasar Youtefa Kotaraja.

Sebagaimana disampaikan oleh Udin, Amir, Beni, Ferdi, dan sejumlah sopir lainnya kepada Bintang Papua di Pasar Youtefa Kotaraja, Kamis, (22/2).

Disampaikan para sopir demikian, karena fasilitas yang disediakan Pemkot Jayapura tidak sebanding retribusi yang dipungut setiap harinya. Sebut saja ruas jalan di dalam pasar yang berlubang-lubang dan menjadi tempat kubangan air hujan setiap kali turun hujan.

Belum lagi kondisi Terminal Pasar Youtefa yang sangat parah, karena kini keberadaannya ibarat kolam ikan atau tempat penampungan air hujan, karena penuh dengan lumpur dan material sampah lainnya, bahkan tidak hujan pun air tetap menggenai terminal tersebut.

Ditegaskan para sopir bahwa akibat dari kebijakan pungutan pajak atau retribusi daerah adalah karena pemerintah menyediakan fasilitas umum yang memadai. Artinya fasilitas yang disediakan pemerintah dapat digunakan masyarakat tapi kenyataannya bahwa Terminal Pasar Youtefa tidak bisa digunakan untuk mengangkut dan menurunkan penumpang.

Terkait dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Elby Enupatty, menandaskan, mengenai permintaan para sopir tersebut, dirinya akan membicarakannya dengan pihak penagihan retribusi terminal.

Meski demikian, jika tidak ada persoalan maka para Maret 2018 ini Terminal Penumpang Pasar Youtefa akan dipindahkan ke Terminal Pasar Youtefa yang baru seiring dengan diresmikannya Pasar Youtefa yang baru.

“Soal jalan masuk nanti segera diaspal oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Jayapura,” tandasnya.(Nls/aj)

Tinggalkan Balasan