Lukmen Laporkan KPU ke Bawaslu

Staf Bawaslu Provinsi Papua saat menerima laporan dari Tim Kuasa Hukum pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut satu, Lukas Enembe – Klemen Tinal. Foto: Torip

JAYAPURABINPA – Kuasa hukum pasangan nomor urut satu, Lukas Enembe-Klemen Tinal, Kamis (22/2/2018) siang mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua guna melaporkan keberatan atas hasil penetapan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) oleh KPU Provinsi Papua.

Yang mana telah ditetapkan dua pasangan calon peserta Pilgub yakni pasangan Lukas Enembe – Klemen Tinal (Lukmen)  nomor urut 1 dan pasangan John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (Josua) nomor urut 2, pada Selasa (20/2/2018) lalu.

Ketua Tim Kuasa Hukum Lukmen, Yance Salambauw menilai berdasarkan dokumen yang seharusnya, pasangan JWW-HMS Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Kami melihat KPU tidak jeli dalam melakukan verifikasi, tidak secara detail, cermat dalam mendapatkan kebenaran,” ungkap Yance Salambauw kepada wartawan usai melapor ke Bawaslu Papua, Kamis (22/2/2108).

Mengapa digugat ke bawaslu? Yance mengaku agar KPU bisa terbuka dalam melakukan verifikasi, harus secara jelas tentang syarat calon sebagaimana diatur dalam undangundang Pilkada. Dimana dalam persayaratan calon itu, yang juga diverifikasi adalah ijazah.

“Ini KPU harus verifikasi secara baik, terkait ijazah salah satu calon Gubernur, menurut Yance, pihaknya menemukan ada kejanggalan. Sehingga patut disampaikan untuk kemudian di verifikasi,” kata dia.

“Soal ini lebih jelasnya! nanti koordinasi ke bawaslu. Karena ini juga berkenan dengan halhal yang perlu dilengkapi secara detail (bukti bukti-red),” tukasnya.

Lanjut diakui Yance, pihaknya memang telah mengantongi buktibukti dokumen soal ijazah dan juga sudah dilampirkan dalam berkas laporan ke Bawaslu.

“Jadi hari ini Bawaslu secara formal telah menerima, dan sudah melakukan registrasi. Selanjutnya bawaslu akan melakukan kajian terkait laporan kami. Tentunya kita ajukan upaya hukum ini. Sebab pastinya hasilnya memiliki nilai yang bisa mempengaruhi suatu keputusan nantinya,” kata Yance.

Sementara itu pihak Bawaslu yang ditunggui wartawan untuk dimintai keterangan terkait laporan ini, justru tidak ada satupun komisioner yang ada di tempat.

“Maaf semua komisioner sedang ada kegiatan diluar,” ujar salah seorang staff Bawaslu. (Munir/Torip/aj)

Tinggalkan Balasan