Penyaluran Dana Prospek Terkendala Maraknya Pemekaran Kampung

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Donatus Motte. Foto: Munir

JAYAPURA, BINPA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Donatus Motte, mengatakan penyaluran dana Prospek beberapa tahun terakhir terkendala maraknya pemekaran kampung, pasca diturunkannya kebijakan penyaluran dana desa oleh pemerintah pusat.

Donatus Motte menjelaskan, jumlah kampung di Papua sebelum diturunkannya dana desa jumlahnya sekitar 3.800-an ampung. Angka ini kemudian berkembang menjadi 5.400-an, setelah dana desa mulai diturunkan.

“Masalah itu muncul ketika dana Prospek yang sudah dianggarkan misalnya untuk 10 kampung, kini diminta untuk dibagi rata ke 20 kampung ditambah dengan yang baru terbentuk” kata Donatus Motte kepada wartawan di Jayapura, Rabu (20/2/2018).

Dijelaskannya jika harus dibagi rata, jumlahnya per kampung tak mencapai Rp 100 juta sebagaimana yang diamanatkan Perdasus, Sehingga jika pun dibagi maka itu akan bertentangan dengan Perdasus yang mengamanatkan pembagian dana Prospek per kampung minimal Rp 100 juta.

“Kendala lainnya yakni proses transfer yang tak lagi diarahkan ke rekening kampung. Bahkan menurut laporan yang saya terima, ada oknum yang justru menggunakan dana Prospek untuk kepentingan pribadi,” jelas Motte.

“Sehingga hal-hal ini yang menjadi kendala, karena dulu dengan Rp100 juta, masyarakat kampung bisa berbuat sesuatu,” sambungnya.

Ditambahkannya, setelah ada usulan untuk merubah penyaluran Prospek yang tak lagi langsung ke rekening kampung, jutsru dampaknya tak terasa maksimal.

“Sehingga hal ini perlu dikaji kembali agar kedepan penyalurannya bisa memberikan dampak yang positif bagi kemajuan masyarakat di perkampungan Papua,” harap dia.(Munir/aj)

 

Tinggalkan Balasan