Lukas Enembe: Pilkada Papua 2018 Tidak Berat

Pencabutan Nomor Urut oleh dua calon Cagub dan Cawagub Provinsi Papua di Kantor KPU. Foto: Munir

JAYAPURA, BINPAPasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) petahana nomor urut satu, Lukas Enembe – Klemen Tinal atau yang disingkat Lukmen menilai bahwa pertarungan dalam merebut kursi nomor satu orang Papua periode 2018-2023 melawan pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut dua, Jhon Wempi Wetipo (JWW) – Habel Melkias Suwae (HMS) dirasa tidak berat baginya.

Menurutnya nomor urut satu yang didapatkan saat pleno di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Rabu (21/2/2018) menandakan bahwa hajat Pilkada ini untuk menetukan siapa orang nomor satu di Papua. 

“Nomor urut satu berarti kan menandakan orang nomor satu Papua, tuhan kasih saya nomor urut satu mudah-mudahan bisa memimpin satu periode lagi, jadi saya yakin kami akan menjadi nomor satu lagi, sehingga kami bersyukur dapat nomor satu ini,” kata Lukas Enembe kepada wartawan di Jayapura, Rabu (20/2018).

Dijelaskan Enembe, jika  kembali menang dan menjabat kembali sebagai gubernur Papua selama lima tahun ke depan maka akan periode terakhirnya. “Otomatis saya harus menyelesaikan pekerjaan saya untuk Papua lima tahun lagi,” jelas Enembe.

Ditanya mengenai peluang menang dalam perhelatan Pilkada 2018 ini, pihaknya optimis bisa menang dan melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua.

“Saya telah menjalani masa kepemimpinan selama lima tahun, tinggal melanjutkan saja apa yang telah saya lakukan, sehingga tidak perlu lagi meragukan kapasitas saya,” katanya.

Lukas Enembe menghimbau kepada masyarakat di Tanah Papua selama perhelatan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2018 ini, untuk bisa memilih yang terbaik menurut hati nurani masyarakat.

“Tidak boleh dengan cara kekerasan pertumpahan darah lagi seperti yang pernah terjadi di Pilkada yang lalu-lalu, karena yang kita cari adalah pemimpin untuk mensejahterkan rakyat, bukan sebaliknya untuk menderitakan rakyat, jadi tidak boleh ada orang Papua jadi korban saat Pilkada,” harapnya. (Munir/aj)

Tinggalkan Balasan