Dengan GPN, Satu Kartu untuk Semua ATM dan EDC

JAYAPURA, BINPASistem pembayaran elektronik atau transasksi non tunai terus dikembangkan oleh Bank Indonesia. Kalau selama ini transaksi non tunai dilakukan menggunakan kartu ATM, Kartu Kredit dan bank, ataupun uang elektronik milik suatu badan usaha, bank Indonesia sedang mengembangkan satu kartu yang bisa dipakai di semua ATM dan EDC.

Kartu tersebut yakni sejenis kartu ATM yang mencantumkan logo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), yang ditargetkan mulai dicetak pada Maret 2018.

Terkait rencana penerbitan kartu GPN, bertempat di Ballroom Hotel Aston Jayapura, Selasa (20/2/2017) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua menyosialisasikan ke insane perbankan di Kota Jayapura dan kalangan dunia usaha, dengan menghadirkan dua narasumber dari BI Pusat.

Kepala KPw BI Papua, Jok Supratikto mengungkapkan bahwa untuk transaksi non tunai skal besar, terutama yang menggunakan RTGS, sudah banyak karena pemerintahan provinsi maupun kabupaten didorong untuk menggunakan transaksi non tunai pada aliran dana masuk maupun dana keluar.

“Yang sedang kita kembangkan di sini adalah transaski-transaksi yang sifatnya retail, yang masyarakat pada umumnya. Karena itu adalah salah satu cara agar mereka terhindar dari uang palsu,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Aston Hotel, Selasa (20/2/2017).
Selain itu, juga efisien, karena masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar, sehingga terhindar dari resiko kehilangan uang.

Sementara itu, Rice Mery Ulva, Manajer Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional, Divisi Gerbang Pembayaran Nasional, mengungkapkan bahwa kartu berlogo GPN tersebut telah dilounching pada Desember 2017, dan ditargetkan akan mulai terbit pada Maret 2018.

“Dan terkait dengan ini, kita meminta bank-bank untuk membuat action plant, apakah ada yang mau menerbitkan 100 ribu katu dulu, satu juta kartu dulu, itu tergantung persiapan dari bank-bank, kesiapan infrastrukturnya seperti apa,” jelasnya.

Dan ditargetkan, seluruh nasabah bank di Indonesia telah memegang kartu berlogo GPN di Tahun 2022. Pihak BI pun berharap agar kartu berlogo GPN tersebut tidak saja dimiliki nasabah bank pada umumnya, juga bisa diterbitkan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

“BPR juga kita imbau menerbitkan kartu berlogo nasional, karena ini kedepannya kita berharap BPR itu tumbuh dengan memberi layanan yang lebih baik kepada nasabahnya. Kita juga mengharapkan BPR juga berkompetisi dengan bank-bank lainnya,” ujarnya.(aj/aj)

Tinggalkan Balasan