Pemukiman Trans Lokal Telah Dibuka di Dusun Brik

Masyarakat Adat, Melki Siamba saat bersamalam dengan Kepala Suku Peleki Enembe yang disaksikan oleh koordinator pembangunan trans lokal percontohan, Alimuddin usai melakukan penaman Patok Batas Dusun Brik, Sabtu (17/2/18). Foto: Rahayu

KEEROM, BINPASejak Tahun 2014 lalu, masyarakat telah membuka sebuah lahan untuk pembangunan pemukiman trans lokal percontohan di Dusun Brik, Kampung Ifia-Ifia, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom. dimana trans lokal percontohan untuk di Kabupaten Keerom se- Provinsi Papua.

Sehingga Dusun Brik bisa menjadi sebuah Kampung pemukiman trans lokal percontohan di Kabupaten Keerom.

Demikian dikatakan Kordinator Pembangunan Trans Lokal Percontohan, Alimudin kepada Bintang Papua saat ditemui di Arso 2 Kampung Yuwanaian, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Selasa (20/2).

“Kami telah melakukan penanaman patok batas untuk Dusun Brik antara Dusun Brik Kampung Ifia- Ifia, Kampung Dukiwa Arso 8,” ujarnya.

Dengan adanya lokasi yang telah dibuka, masyarakat sangat antusias untuk menempati lokasi tersebut dan masyarakat yang telah mendaftar untuk menampati di lokasi tersebut sebanyak 530 Kepala Keluarga (KK) dan telah mendapatkan tempat.

Bahkan telah ada pelepasanya dari masyarakat adat maupun pajak tanah juga telah diserahkan.

“Karena lokasi telah ada dan masyarakat telah bersedia untuk menampati lokasi tersebut, tetapi semua itu diserahkan untuk pemerintah untuk malakukan pembangunan trans lokasi percontohan. Masyarakat adat telah tidak masalah, tinggal pemerintah daerah yang menindaklanjuti hal tersebut,”ujar Alimudin.

Pasalnya, dalam membukan lokasi Trans Lokal merupakan swadaya masyarakat, hanya saja tinggal pembangunan sebuah trans local diserahkan ke pemerintahkan daerah.

“Lokasi ini khusus untuk masyarakat trans lokal dan bukan hanya dari kampung itu sendiri. Tetapi ada dari kampung- kampung lain seperti Arso 2, Pir 1, Arso 1, Arso 6 dan lain- lain. Bahkan ada juga dari Kota Jayapura yang siap untuk menempati lokasi tersebut,” ungkapnya.

Khusus untuk warga dari Kota Jayapura akan direncanakan untuk pindah domisili dan menjadi warga Kabupaten Keerom.

Sedangkan luas lokasi di Dusun Brik yang akan dijasikan Trans Lokal seluas 55 hektar.

Untuk per Kepala Keluarga (KK) pada gelombang pertama telah memiliki lokasi seluas 25×100 M, dengan jumlah 120 KK. Sedangkan sisanya diberikan seluas 25×50 M.(rhy/aj)

Tinggalkan Balasan