ASN Papua Diminta Tidak Mudah Terpovokasi

Asisten III Bidang Umum Setda Papua, Elysa Auri. Foto: Munir

JAYAPURA, BINPA – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Papua diminta tidak mudah terprovokasi dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua 2018 yang akan dilaksanakan serentak.

 Hal ini ditegaskan, Asisten III Bidang Umum Setda Papua, Elysa Auri kepada wartawan, Selasa (20/2/2018). “Kalau ada penetapan calon gubernur dan wakil gubernur dalam tahapan Pilkada. Saya menghimbau kepada semua sebagai pegawai kita ada dalam posisi netral,” kata Elysa Auri.

Ia berharap sebagai aparatur sipil negara, pegawai tidak mudah terprovokasi oleh situasi-situasi yang bukan wewenang dan tugas sebagai pegawai.

“Mari kita sama-sama membangun dan ikut menciptakan penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga ikut membantu dalam proses Pilkada di Papua,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak ikut terbawa arus politik dalam Pilkada 2018.

“ASN tidak boleh terlibat dalam proses politik. Jadi tidak boleh pro kemana-mana, harus profesional,” kata Asman.

Asman menambahkan, apabila nantinya ada ASN yang melanggar aturan tersebut Kemenpan-RB siap memberikan sanksi sesuai rekomendasi Panwaslu. Untuk itu, ia meminta ASN menjaga netralitas. “Kami harap ASN jangan terpengaruh dengan urusan politik,” tegas Asman.

Selain itu, ASN juga dilarang berfoto bersama calon kepala daerah. Namun Menpan memberikan pengecualian terhadap ASN yang suami atau istrinya mencalonkan diri dalam Pilkada 2018 mendatang. 

“Kan tidak mungkin istri tidak mendampingi suaminya atau sebaliknya, yang penting tidak pakai atribut, tidak menjadi juru kampanye. Hanya boleh sebatas mendampingi atau foto bersama,” tutup Asman. (Munir/aj)

Tinggalkan Balasan