Air Mata Jemaat GKI Betlehem Kension Iringi Mama Pulanda

BPK Klasis Sentani melalui Wakil Sekretaris, Pnt. Alfons Awoitauw sedang menerima, Pnt. Mariana Pulanda/Ibo yang selanjutnya atas nama GKI di Tanah Papua menyerahkan kepada keluarga di Kompleks SKB Sentani, Senin (19/02/18). Foto: Yanpiet

Oleh: YANPIET FESTUS TUNGKOYE

“Jika saya tidak datang maka saya mendengar, jika saya datang maka saya akan melihat buah dari hasil pelayanan saya selama ini di Jemaat GKI Betlehem Kensio”

Demikian seuntai kalimat dapat terucap dari mulut seorang hamba Tuhan, Pnt. Mariana Pulanda/Ibo, yang maknanya berupa harapan dan keyakinan dari pengabdian dirinya sebagai seorang pelayan jemaat di Jemaat GKI Betlehem Kensio, Klasis Sentani selama 19 tahun.

Teriknya sinar panas matahari yang menyinari Kota Sentani sedikitpun bukan menjadi halangan bagi ratusan warga Jemaat GKI Betlehem Kensio Klasis Sentani yang melewati sepanjang jalan dari Pantai Yahim sampai Kompleks SKB Kemiri Sentani.

Tua, muda, dewasa, anak-anak, seluruh warga jemaat turut mengambil bagian dalam iringan-iringan menghantar seorang Pnt. Pulanda yang merupakan salah satu tokoh panutan bagi warga Jemaat Betlehem maupun masyarakat di Kensio dan juga sebagai tokoh panutan warga gereja GKI di Klasis Sentani dan Sinode di Tanah Papua.

Diiringi oleh alunan musik suling tambur, lengkah demi langkah Mama Pulanda mengayungkan mendekati rumahnya. Di sambut dengan tangisan dan haru oleh semua sanak keluarganya pertanda ada sukacita diantara keluarga Ibo/Pulanda di Kompleks SKB Sentani.

Setelah menerima Pnt. Mariana Pulanda/Ibo dari warga Jemaat GKI Betlehem Kensio, Wakil Sekretaris Badan Pekerja Klasis (BPK) Sentani, Pnt. Alfons Awoitauw menuturkan bahwa selama dirinya menjadi warga gereja persitiwa unik terkait pelepasan pelayan jemaat dengan tangisan dan air mata baru pertama ia temui.

“Kami atas nama Gereja menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Mama Pulanda yang selama 19 tahun melayani umat Tuhan di jemaat. Bahkan hampir sebagian besar waktu hidupnya habis bekerja dalam rumah besar GKI di Tanah Papua. Biarlah semua pengorbanan dalam pelayanannya dapat di balas oleh Tuhan sesuai dengan kasih dan kemurahan-Nya,” ungkapnya.

Alfons juga berterima kasih kepada semua anggota jemaat GKI Betlehem Kensio yang telah menerima hamba Tuhan, Pnt. Mariana Pulanda di jemaat. Semua dukungan jemaat terhadap pelayanan di Klasis Sentani dan Sinode GKI di Tanah Papua akan di balas oleh Tuhan.

Dirinya mengharapkan supaya pengganti Pelayan Jemaat yang baru, Pdt. Netty Mehuwe, S.Th di jemaat GKI Betlehem Kensio dapat di terima warga jemaat untuk bersama-sama membangun gereja Tuhan di jemaat demi penyelematan menuju kehidupan kekal.

“ Marilah kita selaku umat kepunyaan Tuhan, melepaskan dan menerima pelayan jemaat. Maju dan mundurnya pelayanan di jemaat akan di tentukan oleh warga jemaat, sebab itu, semua warga jemaat pasca di tinggalkan oleh mama Pulanda harus memberikan dukungan kepada pelayan yang baru supaya program kerja jemaat dapat berjalan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, pihak keluarga melalui salah satu anggota keluarga besar Ibo/Pulanda di Kompleks SKB Sentani, Alpius Toam merasa bangga atas capaian pelayanan yang di lakukan oleh orang tua terkasih dalam melayani umat Tuhan di Jemaat GKI Betlehem Kensio.

“19 tahun bukanlah gampang, waktu yang sangat panjang. Mama terkasih kami, memulai pelayanan di jemaat saat rambutnya masih hitam hingga kini semua rambutnya telah menjadi putih dan semua ini di lakukan demi kemulian dan hormat Nama Tuhan,” tukasnya.

Alpius menyatakan permintaan maaf, apabila selama dalam pelayanan orang tua terkasihnya di jemaat, di Klasis dan di Sinode kurang berkenaan. Biarlah semua pengabdian hamba-Nya tersebut kelak memberikan buah dan buah itu tetap di dalam Kristus Yesus.

“Kami berharap supaya, Sinode GKI di Tanah Papua kedepan dapat memberikan penghargaan kepada semua orang di yang pernah mengabdikan diri bagi Sinode. Orang tua kami ini, tercatat sebagai salah satu wanita tangguh GKI di tanah Papua yang bekerja di YPK sampai di peryakan memimpin jemaat,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Jemaat GKI Betlehem Kensio, Frengki Ibo dengan linangan air mata menuturkan kepada media ini bahwa, Pelayan Jemaat, Pnt. Marianan Pulanda bukan saja sebagai pelayan tetapi juga tokoh panutan bagi jemaat.

“Kami di jemaat di ajarkan bukan hanya soal keimanan dan kepercayaan saja namun ada pengetahuan-pengetahuan sosil kemasyarakatan lainnya yang di bagikan bagi kami jemaat Kensio dan jemaat-jemaat lain di lingkungan tengah,” sebutnya.

Ditambahkan, ada banyak anak putus sekolah di jemaat yang telah di tolong oleh Mama Pulanda dengan melanjutkan pendidikan hingga ada yang mencapai sarjana. Salah satu dari sekian banyak anak yang telah di tolong , Frengky juga salah satunya yang kini telah meraih gelar sarjana.

Tinggalkan Balasan