Sebulan Lebih Aktivitas di SD Inpres Kwamki Narama Lumpuh Total

Beberapa anak yang sementara duduk-duduk dengan orang dewasa untuk berperang. Foto: Ricky

TIMIKA, – Pecah perang antar kedua kubu di Kwamki Narama membuat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di di SD Inpres Kwamki Narama lumpuh total. Karena lokasi perang hampir dekat dengan sekolah, sementara itu anak-anak turut terlibat dalam perang membantu orang tua mereka.

Salah satu anak sekolah yang terlibat perang, Petrus (10) ketika ditanyai mengatakan, sudah sebulan lebih semenjak libur pada Bulan Desember 2017 lalu hingga saat ini dirinya dan teman-teman tidak masuk sekolah akibat perang yang berjarak tidak jauh dari sekolahnya.

Kedua kubu saling serang dan dipele menggunakan seng. Foto: Ricky

Akibatnya, ia juga mengangkat panah membantu orang tuanya berperang. “Kita bantu orang tua berperang,” ungkapnya.

Menanggapi masalah tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Mimika, Gerson Harold Imbir ketika dihubungi Bintang Papua mengatakan, keterlibatan anak-anak dalam perang demi mempertahankan diri.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika perlu menyikapi masalah di Kwamki Narama untuk menyelamatkan generasi muda.

“Apa yang dilakukan untuk mempertahankan diri, tapi bagaimana permasalahan disana (Kwamki Narama) bisa diselesaikan,” kata Gerson ketika menghubungi Bintang Papua, Rabu (14/2).

Menurutnya, Pemkab Mimika tidak selalu melakukan upaya penyelesaikan masalah tidak hanya dengan sesuatu yang bernilai tapi bagaimana melakukan pendekatan dengan program yang positif yang menyentuh langsung kepada masyarakat agar masyarakat bisa disibukkan dengan hal positif

“Harus ada program yang masuk supaya ada kesibukan positif untuk masyarakat,” terangnya. (Jrl/aj)

Tinggalkan Balasan