Polisi Turun Bubarkan Bentrok Kwamki Narama

Kedua kubu saling serang dan dipele menggunakan seng. Foto: Ricky

TIMIKA, – Hingga berita ini diturunkan, Warga Kwamki Narama masih melakukan aksi saling serang dengan senjata tradisional (busur dan panah) hingga sedikitnya enam orang terluka. Sehingga hari Rabu (14/2) kemarin dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian.

Kepala Pol Sub Sektor Kwamki Narama, Iptu Harry Katang meminta kepada kepala perang (waimum) dari masing masing kubu untuk tidak melakukan aksi saling serang dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan yang terjadi kepada pihak yang berwajib untuk menangani masalah ini hingga tuntas.

“Kami minta kepada waimum untuk memerintahkan kepada seluruh pasukannya untuk tidak melakukan aksi saling serang,” kata Kattang saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (14/2).

Dan sebagai penanggung jawab penuh, pihak Kepolisian meminta untuk menarik seluruh warga yang berperang untuk kembali, sehingga tidak lagi ada korban. “Karena masalah ini sementara dalam tahap mediasi,” jelasnya.

Kedua kubu saling menyerang dengan mengunakan  senjata tradisional panah dan parang di depan kios panjang kampung Makurima, anak anak pun ikut terlibat dalam perang tersebut.

Dari kejadian tersebut empat orang dua dari kubu bawa dan dua dari kubu tengah dikabarkan meninggal dunia dan di bakar secara adat kepercayaan warga setempat. Setelah pecah perang pada bulan Januari kemarin.

Sementara warga yang mengalami luka luka sudah mencapai tiga puluhan saat ini sedang dirawat di rumah sakit baik RSMM maupun RSUD mimika sebagain telah kembali ke rumah.

Hingga saat ini pihak anggota Pol Sub Sektor Kwamki Narama dibantu dari unit perintis dan Polsek Kuala Kencana masih bersiaga dilokasi kejadian. (Jrl/aj)

Tinggalkan Balasan