Distrik Akan Menjadi Sentra Pemberdayaan Birokrasi

Suasana loka karya di Hotel Grand Allison Sentani, Jumat (9/2). Foto: Yanpiet

SENTANI, – Distrik akan menjadi sentra pemberdayaan birokrasi dari Loka Karya strategi percepatan pencapaian Nawacita Tiga. Hal itu diungkapkan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si dalam sambutannya pada lokakarya yang digelar di Hotel Grand Allison Sentani, Jumaat (9/2).

Hal itu, kata bupati, dalam upaya mendekatkan diri kepada masyarakat serta membangun Indonesia mulai dari pinggiran, yakni dari desa/kampung.

“Sesuai dengan nawa cita ketiga Presiden, yakni membangun masyarakat mulai dari wilayah pinggiran maka Kabupaten Jayapura berkomitmen untuk menjalankan nawa cita tersebut dengan menitikberatkan pembangunan pada wilayah pedesaan,” ujar Mathius.

Disebutkan, pada dasarnya Kabupaten Jayapura telah melakukan nawacita ketiga, hanya saja perlu mendapat penguatan bagi kampung-kampung dan distrik agar kedepan pembangunan yang dikerjakan adalah benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat.

Dikatakan, Kabupaten Jayapura sedang disiapkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia melui Dirjen Otda guna menjadi pilot project pengembangan kampung berbasis kearifan lokal, yang kelak akan diterapkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI).

Menurutnya, dalam rencana itulah, Kabupaten Jayapura menggelar lokakarya guna mencari serta menemukan dan mensinergikan kebijakan pembangunan kampung  antar semua pihak, baik pemerintah kampung, distrik, pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Kebangkitan masyarakat adat yang telah di canangkan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jayapura membangun daerah memalui kawasan pinggiran. Kampung dan distrik merapakan basis dari masyarakat sehingga kita akan fokus membangun kampung dan distrik,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, ketua panitia loka karya yang juga sebagai Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, MKP dalam laporannya menyebutkan, loka karya tersebut diikuti  sejumlah kepada kampung dan aparat serta distrik dengan pemateri berasal dari Akademisi, Bagian Hukum Setda Propinsi Papua dan sejumlah pemateri lainnya.(yft/aj)

Tinggalkan Balasan