Si Jago Merah Hanguskan Tiga Rumah Petak

Puing-puing rumah yang rata dengan tanah setelah dilahap sijago merah. Foto: Istimewa

TIMIKA, – Sekitar Pukul 06.10 WIT di jalan Budi Utomo Ujung, tiga unit rumah petak berbahan kayu rata dengan tanah dilalap ‘sijago merah’, tak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi, Kamis (8/2).

“Tadi pagi (kemarin, red) sekitar jam 6 itu peristiwa kebakaran terjadi. Kejadiannya berlangsung sangat cepat, tidak sampai satu jam semua sudah hangus dilalap api,” ungkap salah seorang penghuni petakan yang menjadi korban, Joli Rori (45) saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (8/2).

Diceritakan, selain dirinya, di rumah petakan tersebut juga dihuni dua keluarga lainnya, diantaranya keluarga Hanny Manopo dan keluarga John Pasaribu.

Ia pun menceritakan peristiwa kebakaran tersebut, bahw ia pertama kali menghirup bau benda terbakar yang diduga berasal dari petakan yang dihuni keluarga Hanny Manopo.

Setelah itu, ia berusaha mengecek sumber bau tersebut namun keadaan petakan sedang dalam terkunci dimana penghuninya (Hanny Manopo) sedang tidak berada di rumah.

“Awalnya itu saya cium seperti bau terbakar dirumah Pak Hanny Manopo. Rumahnya itu memang kosong karena pas jam enam itu dia keluar pergi mengajar, soalnya dia guru. Dari situlah ketika saya coba dobrak pintunya ternyata api sudah besar,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, setelah melihat api yang besar, dirinya langsung panik dan berusaha untuk memadamkan api bersama dengan istrinya dan keluarga John Pasaribu yang berada di sebelah petakannya, namun besarnya api tidak mampu dibendung lagi.

“Saya juga sempat siram-siram api dengan air tapi memang karena rumah dari papan semua jadi api cepat sekali menjalar,” ungkapnya.

Dikatakan, saat itu tiga unit mobil pemadam kebakaran sempat datang untuk memadamkan api, namun ketiga petakan tersebut sudah habis lebih dulu dilalap api.

Akibat peristiwa kebakaran tersebut, Ia mengaku banyak barang berharganya yang tidak sempat diselamatkan, diantaranya lima mesin laundry beserta barang elektronik lainnya.

Sedangkan untuk dua penghuni petakan lainnya, mengalami kerugian yang sama, ditambah dua unit sepeda motor yang ikut hangus terbakar. Diperkirakan kerugian yang disebabkan akibat kebakaran tersebut berkisar ratusan juta rupiah. “Kebetulan saya punya usaha loundry, dan itu semua hangus tidak terselamatkan,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rudy Priyosantoso yang dikonfirmasi saat itu membenarkan kejadian tersebut. Kata AKP Rudy, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun korban mengalami kerugian materil.

“Kami sudah lakukan olah TKP dimana penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. Selain itu rumah juga terbuat dari triplek sehingga api dengan cepat menjalar,” ujar AKP Rudy. (Jrl/aj).

Tinggalkan Balasan