Suhu Politik Tentukan Bisnis Perbankan

Kepala OJK Papua dan Papua Barat Misran Pasaribu dan Staf Edukasi, Perlindungan Konsumen OJK Papua dan Papua Barat, Roy Aditia saat memberi keterangan pers di kantornya. Foto: Jainuri

JAYAPURA, – Perkembangan dunia perbankan di Tahun 2018 ini dalam keadaan tidak menentu, karena suhu politik akan sangat mempengaruhinya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu mengungkapkan bahwa target
pertumbuhan bisnis perbankan antara 9-11 persen yang tidak tercapai, baik dari sisi kredit, dana pihak ketiga
ataupun produk perbankan lainnya, baik bank syariah maupun bank konvensional bisa jadi terulang di Tahun 2018
bila suhu politik tidak bersahabat.

“Kalau pemimpin-pemimpinnya tidak bisa mengatasi situasi dengan baik, investor akan berpikir bila ingin
menambah investasinya,” ujarnya saat ditemui Wartawan di kantornya , kemarin.

Bahkan itu juga akan berpengaruh pada para investor yang misalnya ingin menanamkan modal di Papua, akan
melihat situasi keamanan di Papua.

“Atau kalau investor baru yang akan masuk di Papua akan berpikir lagi. Karena kepastian keamanan itu bagian
yang penting dari investasi,” tandasnya.

Namun demikian, bila situasi politik tidak ada gejolak yang mengganggu aspek keamanan, diyakininya target
perbankan bisa tercapai.

Dikatakan, secara umum target perbankan konvensional maupun syariah, secara nasional maupun regional yang
mematok target antara 9-11 persen di Tahun 2017 tidak tercapai.

“Kalau di konvensional itu targetnya antara 9-11 persen, tapi itu juga tidak tercapai. Mungkin itu juga salah satu
yang menyebabkan syariah juga terimbas dan perkembangannya juga kurang menggembirakan,” jelasnya.(aj/aj)

Tinggalkan Balasan