Gaji Guru SMA SMK di Papua Segera Dibayar

                                                           Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Prostasius Lobya. Foto: Munir

JAYAPURA, – Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Protasius Lobya, guru-guru SMA/SMK di Papua yang gajinya sempat tertunda pembayarannya sudah bisa menerima gajinya dalam dua pekan ke depan.

“Saat ini gaji-gaji guru tersebut sudah diproses,” kata Prostasius kepada wartawan melalui telepon selulernya, Selasa (6/2/2018).

Dikatakannya, dalam pertemuan dengan Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Papua dan perwakilan guru SMA/SMK, sudah disampaikan bahwa gaji guru menjadi prioritas.

“Pak Asisten sudah sampaikan kepada BKD untuk segera diselesaikan status kepegawaian dari kabupaten/kota ke provinsi, dan janji BKD dalam dua minggu kedepan sudah selesai, dan proses gaji bisa dibayar,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut kata dia, perwakilan guru SMA/SMK menyampaikan untuk hak-hak guru juga bisa disamakan dengan pegawai Provinsi Papua, seperti Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), dan asistenpun sudah megiyakan, dan saat ini sedang melakukan analisis dan perhitungan. 

“Yang pasti guru dan pegawai di Provinsi Papua akan mendapat hak yang sama terhitung per Januari 2018,” tuturnya.

Ia menambahkan, dirinya paham betul dengan kondisi guru di Papua, bahkan ada beberapa sekolah yang diliburkan. Namun, yang pasti dalam bulan ini, para guru di Papua sudah bisa menerima gajinya.

“Seharusnya provinsi belum bisa membayar gaji guru, sebab transfer Dana Alokasi Umum untuk gaji guru masih ke Kabupaten/Kota. Jadi, ada persetujuan status pegawai dari BKN turun dan SK gubernur tentang status kepegawaian dialihkan ke provinsi baru kemudian gajinya dibayarkan,” tuturnya.

Lanjutnya, bukan hanya guru saja yang dilimpahkan dari kabupaten ke provinsi, ada pegawai kehutanan juga diahlikan ke provinsi, dan jumlahnya sangat besar.

“Sesuai dengan perintah asisten gaji guru yang didahulukan untuk pencairannya, kita utamakan empat ribu lebih dulu gaji guru, karena beberapa kabupaten sudah hentikan gaji mereka, seperti Kota Jayapura, Nabire, Kabupaten Jayapura dan Boven Digoel,” tutupnya.(mmr/aj)

Tinggalkan Balasan