Dalam Kuasa Injil, Pandangan Dikotomi Di Hilangkan

                                Suasana Ibadah HUT PI di Gunung Merah Sentani, Senin (5/2) kemarin. Foto: Yan Piet

SENTANI, – Pandangan Dikotomi (Pembagian atas dua kelompok saling bertentangan-KBBI, red) yang sering ditemukan di kalangan masyarakat atau umat Tuhan, seperti gunung-pantai, asli Papua-pendatang, idealnya harus dihilangkan dalam kuasa Injil Kristus.

Sebab injil hadir untuk menyelamatkan manusia serta mengajarkan tentang pentingnya saling mengasihi dan menghormati kepada Tuhan Allah Sang Pencipta (horisontal) dan kepada sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang sangat mulia (vertikal).

Demikian disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si dalam acara Perayaan HUT PI di Tanah Papua yang ke-163 tingkat Kabupaten Jayapura yang di selenggarakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah sentani, Senin (5/2) kemarin.

Dikatakannya, 163 tahun lampau oleh dua penginjil di Pulau Mansinam telah patahkan dan hancurkan perbedaan-perbedaan yang dibuat manusia.

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan sehingga tidak perlu dibeda-bedakan oleh manusia.

“Dalam kuasa injil hendaknya kita bersatu melalui tuntunan Roh Kudus hidup berdampingan sebagai umat Tuhan bersama semua orang yang berada di mana kita berada karena disitulah kasih Kristus akan dinyatakan,” ungkap Bupati Mathius.

Sebelumnya, Bupati kepada wartawan juga menjelaskan, HUT PI merupakan untuk menyatukan semua dedominasi gereja agar duduk bersama-sama membangun kebersamaan dari keberagaman yang dimilki baik di lingkungan gereja maupun dengan agama lain.

Perayaan HUT PI di Kabupaten Jayapura tersebut di hadiri oleh ribuan umat Tuhan dari berbagai dedominasi gereja. Dalam suasan suka cita umat Tuhan merayakan ibadah tersebut dan di lawat oleh kebenaran Firman Tuhan oleh hamba-Nya.

Bupati Mathius menyebut, kedepan perayaan HUT PI akan di lakukan lebih meriah di bandingkan tahun ini. Jika tahun ini yang merayakan HUT PI hanya dedominasi gereja se Kabupaten Jayapura namun tahun-tahun mendatang akan di undang semua dedominasi gereja se Papua untuk merayakan HUT PI.

“Dengan demikian, semua dedominasi gereja dapat bersekutu, bersaksi dan melayani untuk membawa umat Tuhan kejalan yang di kehendaki Tuhan. Selain itu, kita boleh bina kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura dengan agama lain,” pungkasnya.(yft/aj)

 

Tinggalkan Balasan