Tim Sukses Paslon Pilgub Papua Stop Saling Serang di Medsos

                                              Anggota Pansus Pilgub, DPRP, Boy Markus Dawir atau yang akrab disapa BMD. Foto: Munir

JAYAPURA, – Anggota Panitia Khusus (Pansus), Pemilihan Gubernur (Pilgub), Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Boy Markus Dawir atau yang akrab disapa BMD, berharap para tim sukses dua Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang akan bertarung pada Pilkada serentak 2018, untuk tidak saling serang di Media Sosial (Medsos).

Sejatinya kata BMD, para tim sukses tersebut mensosialisasikan kepada masyarakat Papua, tentang visi misi dan apa yang akan dilakukan oleh gubernur jagoannya, setelah terpilih menjadi gubernur.

“Bukan malah saling serang dengan beragam isu yang justru akan membuat susasana semakin memanas,” kata BMD kepada wartawan di Jayapura, Kamis (25/1/2018).

Oleh karena itu, pihaknya telah meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas, sehingga saling serang antara masing-masing tim sukses tidak terus terjadi secara berkelanjutan.

“Dalam waktu dekat Polda Papua, Pansus Pilgub dan Dewan TIK akan segera membentuk unit cyber guna mengatasi masalah tersebut,” ungkapnya.

Menurut dia, sejatinya DPR dan Pansus Pilgub mengajak agar kedua tim sukses dapat menggunakan medsos dengan bijak.

Bahkan hingga saat ini kata dia, masih ada tindakan saling serang di Medsos oleh kedua tim sukses.

“Kedepannya kita harus menjaga supaya tahapan penyelenggaraan Pilgub Papua dapat selesai dengan baik, tanpa adu fisik kiri kanan,” ungkapnya.

Untuk itu dirinya menghimbau agar masayarakat dapat  menjaga keamanan dalam  pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua.

“Begitu melihat ada unsur seperti itu harus tim Cyber Polda Papua untuk bisa memblokir akun media sosial tersebut ,” katanya.

“Di Polda Jawa Timur  mereka sudah memblokir ratusan akun facebook yang menjurus kepada bentrok, kenapa hal itu kita tidak lakukan di Papua,” katanya lagi.

Ditambahkannya saat ini Pansus baru saja mendapatkan satu laporan ke Polda Papua yang berbau SARA dengan inisial IA. “Tentu ini harus ditindak lanjuti, agar tidak berdampak buruk. (Munir)

Tinggalkan Balasan