PMI Papua Laksanakan Musda Tahun 2018

                                Musda PMI Provinsi Papua yang digelar di Fave Hotel, Jayapura, Kamis (25/1/2018). Foto: Munir

JAYAPURA, – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua, Kamis (25/1/2018) melakukan Musyawarah Daerah (Musda) bersama para ketua dan sekretaris PMI kabupaten/kota se Provinsi Papua, kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI, serta para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Ketua PMI Provinsi Papua, Yolanda Tinal mengatakan musda PMI Papua merupakan agenda yang sangat penting bagi kemajuan PMI di Papua. Lebih lanjut dikatakan Yolanda, dalam musda tersebut juga akan dilakukan evaluasi terhadap program kerja tahun 2017 lalu, menetapkan rencana kerja tahun 2018, serta menyepakati pola perencanaan dan penguatan kelembagaan PMI disetiap tingkatan.

“Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI dituntut untuk selalu meningkatkan kapasitas organisasinya, baik Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana dan sistem, sehingga dapat menghasilkan pelayanan kemanusiaan yang berkualitas,” katanya.

Pihaknya berharap agar seluruh jajaran PMI dapat memfokuskan diri dalam berbagai pelayanan kemanusiaan, sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian visi, misi Pemprov Papua, yaitu Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

“Saya juga berterimaksih kepada Pemprov Papua yang telah memberikan dukungan kepada PMI dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” katanya.

“Harapan kami kiranya PMI kabupaten/kota se-Provinsi Papua juga bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah masing-masing,” katanya lagi.

Ditempat yang sama, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Sekda Papua, Elia Loupatty, mengatakan Wilayah Provinsi Papua merupakan wilayah yang rentan terjadinya bencana.

Untuk itu kata dia, sangat dibutuhkan kesadaran dan peran aktif dari seluruh komponen pembangunan masyarakat di daerah ini termasuk PMI Provinsi Papua.

Terdapat tiga kategori bencana yang perlu diwaspadai di Papua, yaitu bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial.

“Bencana alam seperti, gempa bumi, tanah longsor dan banjir, sementara bencana non alam, seperti kebakaran, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan di air dan akibat kelalaian manusia, dan bencana sosial, seperti, kerusuhan antar kelompok, gizi buruk dan pencemaran lingkungan,” jelasnya.

Disamping itu juga pihaknya berharap PMI Papua dan PMI kabupaten/kota di Papua menaruh perhatian yang besar terhadap kuantitas dan kualitas darah, yang hingga saat ini masih belum dapat memenuhi Kebutuhan di Provinsi Papua. (Munir)

Tinggalkan Balasan