Uang Kinerja Dibayarkan Seminggu Sekali

Wakil Bupati Keerom MUH Marum saat memimpin apel pagi dihalaman Kantor Bupati Keerom, Senin (22/1). Foto: Rahayu

KEEROM, – Mulai Bulan Februari 2018, Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom akan membayarkan uang kinerja setiap seminggu sekali bagi aparatur sipil negara (ASN), agar kinerja aparatur pemerintah di Kabupaten Keerom Busa meningkat.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Keerom MUH Markum, SH.MH.MM, karena dinilainya kinerja ASN di Pemerintahan Kabupaten Keerom masih buruk.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati pada apel pagi pengawai di halaman Kantor Bupati Keerom, Senin (22/1) kemarin.

“Bagi aparatur pemerintah daerah Kabupaten Keerom yang tidak hadir atau melaksanakan tugas sebagai abdi negara tidak diberikan uang kinerja, karena  dianggap memborosan uang negara. Yang hadir saja yang diberikan uang kinerja,”ungkap Markum.

Bahkan, pembayaran uang kinerja bagi aparatur pemerintah di Kabupaten Keerom direncanakan dibayarkan setiap hari.

“Makanya kami akan membayaran uang kinerja di Kabupaten Keerom sesuai kinerjanya, jika melawan berurusan dengan hukum. Kebijakan ini saya akan mencoba dan saya akan kembali ke masing- masing aparatur pemerintah di Kabupaten Keerom. Yang malas kita bayarkan uang kinerja sesuai tingkat kehadiran,” lanjutnya.

Pasalnya, jika akan menjadi sesorang pemimpin harus memberikan contoh yang terbaik dalam melasanakan pelayanan pemerintahan maupun kemasyarakatan, baik itu pimpinan maupun staf yang ada.

“Dari laporan yang ada setiap hari Senin atau hari- hari lain ini-ini saja yang hadir dan kami melihat tingkat kehadiran pengawai di lingkungan Pemda Kabupaten Keerom hanya mencapai 38 persen. Dari pengawai di lingkungan Pemda Keerom sebanyak 1000 lebih,” ujarnya.

Oleh karena itu, mulai minggu pertama di Bulan Januari hingga tanggal 31 Januari 2018 pihaknya akan menguji coba tentang disiplin pengawai di Keerom, mulai tingkat kehadiran pengawai sehingga dapat diketahui tingkat kehadiran yang akan dibayarkan.

“Untuk itu Markum memerintahkan Bagian Hukum dan Perundang- undangan untuk mem-bac up untuk membuat peraturan bupati tentang pembayaran kinerja pengawai dibayarkan setiap seminggu sekali. Sepanjang itu baik dan tidak melanggaran aturan dibuat peraturan bupati,” ungkap Markum.

Padahal menurut Markum, pengawai telah disiapkan bus untuk antar jemput pengawai, tetapi disiplin pengawai tidak meningkat juga. Sehingga pengawai yang masih tinggal di Kota Jayapura dan sekitarnya akan dijemput di dua titik yaitu wilayah Waena dan Abepura. (rhy/aj)

Tinggalkan Balasan