KPU Mimika di Minta Netral dan Tak Batasi Hak Politik

 

Massa pendukung bakal calon yang maju melalui jalur Partai Politik (Parpol) Paulus Yanengga menggelar aksi demo di depan kantor KPU Kabupaten Mimika. Foto: Jrl

TIMIKA,   -Massa pendukung bakal calon yang maju melalui jalur Partai Politik (Parpol) Paulus Yanengga menggelar aksi demo di depan kantor KPU Kabupaten Mimika. Mereka meminta pihak penyelenggara agar netral dalam pelaksanaan tahapan Pilkada, serta tidak membatasi hak-hak politik setiap warga negara,  Senin (22/1).

Ketua tim pemenangan dan juga ketua suku besar Dani Kabupaten Mimika Martinus Walilo dalam orasinya mengatakan, pihaknya menuntut agar penyelenggara Pilkada bersikap netral dan tidak memihak kepada salah satu kandidat untuk tujuan tertentu.

“Tuntutan kami agar KPU harus netral dan tidak memihak kepada salah satu Paslon karena adanya hubungan saudara. Kalau begini kami merasa disisihkan,” kata Martinus dalam orasinya didepan kantor KPU, Senin (22/1).

Menurutnya, hak politiknya dibatasi sebab paslon yang mendaftar melalui jalur perseorangan hampir semua tidak memenuhi syarat namun diberi kesempatan untuk melengkapi dukungan yang masih kurang. Sedangkan paslon yang maju melalui Parpol tidak diakomodir karena kekurangan kursi.

“Dari independen tidak memenuhi syarat dan kami dari parpol, sepertinya KPU membatasi dan hal politik kami,” terangnya.

Ia menjelaskan, Paulus Yanengga telah mendapat rekomendasi dari dua parpol yakni PBB dan Hanura dengan 7 kursi. Pihak penyelenggara ia nilai tidak adil dalam pelaksanaan tahapan, karena berkas yang diajukan oleh tim pemenangan Paulus Yanengga ditolak oleh KPUD.

“Kami dapat dukungan partai dari PBB dan Hanura. Itu sudah lebih dari kuota 7 kursi. Sikap mereka (KPU) ini tidak adil dan kami merasa disisihkan. Kalaupun berkas ini tidak lengkap tapi KPU harus terima dan diproses,” jelasnya.

Oleh sebab itu pihaknya meminta agar KPU RI dan KPU Provinsi mengeluarkan surat Pergantian Antar Waktu (PAW) kepada Ketua KPU Kabupaten Mimika apabila keputusan yang dilakukan tidak netral. Ia menegaskan aspirasi yang telah disampaikan harus ditindaklanjuti oleh pihak KPU. Apabila dalam waktu 3 hari tidak ada tanggapan, dirinya akan menurunkan massa dalam jumlah lebih banyak.

“Kami minta Ketua KPU mundur kalau sikap tidak netral dan kami meminta KPU RI untuk PAW ketua KPU Mimika. Aspirasi kami harus ada jawaban. Kalau tidak ada jawaban saya akan hadirkan masa saya dalam waktu 3 hari,” tegasnya.

Ketua KPU Kabupaten Mimika Theodora Ocepina Magal, S. KM mengatakan, terkait dengan aksi demo yang dilakukan oleh massa pendukung Yanengga terkait pendaftaran yang ditolak, karena ketidakhadiran kandidat. Selain itu pada saat pendaftaran,  Partai Hanura hanya mempunyai 3 kursi. Padahal persyaratannya adalah 7 kursi. (Jrl).

Tinggalkan Balasan