Gubernur Pertanyakan Kasus Campak dan Gizi Buruk di Asmat

                                            Gubernur Papua, Lukas Enembe. Foto: Munir

JAYAPURA,Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima Kabupaten Asmat  atas pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Papua, selama empat kali berturut-turut yakni tahun 2013 hingga 2016 dipertanyakan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe. Tapi kata dia kenapa wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat bisa terjadi?

“Laporan WTP kan berarti semua berjalan bagus, kok kasus begini bisa terjadi, setiap tahun ini menggunakan dana secara baik untuk masyarakat, baik sektor pendidikan, kesehatan dan lainnya,” ujar Gubernur Enembe kepada wartawan di Jayapura, Senin (22/1/2018),

Ia menambahkan, kenapa kasus tersebut bisa terjadi saat menjelang Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2018. Pihaknya telah menugaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, untuk turun langsung guna mendata langsung korban di Asmat.

“Karena kita bicara orang meninggal sehingga harus kita data dengan baik, nama orang tersebut juga nama orang tuanya, meninggalnya dimana, itu semua harus jelas datanya,” tambahnya.

Karena menurutnya kasus kematian serentak  seperti ini sudah pernah terjadi, diantaranya Yahukimo, Deiyai, Nduga. Menurutnya bidang kesehatan selalu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua selama ini.

“Dana besar sudah kita kucurkan ke kabupaten-kabupaten, saya kurang tau apa kerjanya bupati dalam mengelola dana itu,” katanya.

Dijelaskannya selain 50% yang dikucurkan dari dana Otonomi Khusus (Otsus), ada juga dana dari Komisi Perlindungan Anak (KPA) juga Kartu Papua Sehat (KPS) dan juga dana dari Anggara Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Dana sudah sebanyak itu yang dikucurkan kenapa masih tetap ada masalah seperti ini, kita harus evaluasi semua aspek, kelemahannya ada dimana, di bupatinya atau dinas kesehatan, ataukah juga para tenaga kesehatan yang tidak bertugas dilapangan,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pendataan dengan baik kata dia, Pemprov Papua akan memberikan bantuan penuh kepada pemerintah daerah setempat. “Kok penanganan terhadap orang Papua tidak serius, ini yang tidak benar,” katanya.

Wabah campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat  hingga Jumat (19/1), menyebabkan 68 anak meninggal dunia. (Munir)

 

Caption: Gubernur Papua, Lukas Enembe – Munir

Tinggalkan Balasan