Polda Diminta Bentuk Unit Cyber

                                                         Boy Markus Dawir (dua dari kiri). Foto: Neles

JAYAPURA, – Ketua Pokja Verifikasi Pansus DPRP Pilkada Gubernur Provinsi Papua, Boy Markus Dawir, SP, mengatakan, banyak pertentangan di media Facebook antara tim-tim sukses yang satu dengan yang lainnya yang marak terjadi cukup tinggi di Provinsi Papua.

Namun, kenyataannya sampai dengan hari ini di Polda Papua belum memiliki unit cyber yang khusus menangani pelanggaran UU IT, untuk itu diminta kepada Kapolda Papua untuk segera membentuk unit cyber, karena di tingkat Polri sudah ada Direktorat Cyber. Sementara di POlada Papua ditangani Direskrimsus Bidang Perbankan dan Ekonomi.

“Ini supaya kita untuk bisa kita menertibkan seluruh komunikasi Medsos yang ada di Papua khususnya dalam menghadapi Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi Papua,” ungkapnya kepada Bintang Papua di Matahari Mall Jayapura, Sabtu, (20/1).

Dengan unit cyber ini dalam Pilkada gubernur dan Pilkada 7 kabupaten yang pelaksanaannya bersamaan tidak menimbulkan konflik akibat dari para pendukung kandidat saling menghakimi di Medsos. Tetapi dengan Medsos masing-masing Timsus mengkampanyekan visi misi kandidat yang diusungnya yang akan dikerjakan 5 tahun kedepannya bila terpilih.

Terkait dengan menghadapi Pilkada, Polda Papua sud”ah dialokasikan anggaran dari APBD Provinsi Papua Tahun 2018 untuk pengamanan Pilkada. Tapi jika Polda Papua menganggap bahwa dana yang diberikan itu kurang, itu bisa dibicarakan.

“Ini agar kita menjaga Pilkada ini berjalan aman dan bisa diterima dan dilaksanakan oleh seluruh rakyat di Papua, terutama 4 juta pemilih yang menggunakan hak pilihnya itu,” ujarnya.(Nls)

Tinggalkan Balasan