Pemda Asmat Jalankan Program 1000 HPK

Anak-anak di Kabupaten Asmat diperiksa oleh tim kesehatan gabungan, setelah peristiwa Kejadian Luar Biasa campak dan busung lapar yang menyebabkan 69 anak meninggal dunia, Januari 2018. Foto: Ricky

ASMAT, – Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat dan menjadi perhatian nasional,  telah membuat semua mata tertuju ke pesisir Papua selatan itu.

Sebenarnya, sebelum kasus KLB ini mencuat, pemerintah Kabupaten Asmat sudah memikirkan cara meningkatkan SDM Asmat sejak dari kandungan. Pemkab sudah menjalankan program pemberian makan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), diikuti pemberian makanan pada anak sekolah.

Untuk program HPK, Pemda sudah merancang dan menjalankannya sejak tahun 2016 di Kota Agats. Pada tahun 2017 dicanangkan pada 13 Puskesmas,  dan tahun 2018 akan bertambah menjadi 18 Puskesmas. Untuk mendukung program ini dipakai dana desa. Upaya ini telah melahirkan anak-anak  dengan gizi baik. Berat mereka normal saat lahir.

“Dengan KLB  campak dan gizi buruk ini, Pemkab Asmat merasa tertantang untuk semakin menggiatkan program 1000 HPK ke tengah masyarakat, baik di tingkat distrik maupun kampung. Kita harus berusaha keras agar KLB seperti ini jangan terulang kembali,”ujar Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos, di Posko 1000 HPK, Jalan Dolog, Agats, Sabtu (20/1).

Bupati Elisa berharap, masyarakat dapat mengubah pola hidup mereka, yakni dengan menjaga sanitasi rumah dan mengkonsumsi air bersih bagi keluarga yang memperoleh program 1000 HPK.

“Jangan sampai program ini tidak sampai ke tujuan. Jangan sampai makanan yang diberikan kepada anak, yang makan bapaknya atau kakaknya,” kata dia di tengah ratusan ibu hamil dan menyusui yang hadir dalam acara pemberian makananan tambahan.

Karena itu, Pemda kata dia, akan melakukan pengawasan yang optimal. Bupati juga berharap masyarakat yang hidupnya meramu,  agar bisa memanfaatkan program ini.

Pertemuan OPD Pemda Asmat. Doc.Humas Pemkab Asmat

Sementara itu, Menteri Sosial Idrus Marham menyampaikan, dirinya sengaja datang mengunjungi kabupaten Asmat untuk melihat perkembangan penanganan kasus campak dan gizi buruk.

“Ini adalah program yang sangat bagus yang sudah dilakukan oleh Bupati. Dari informasi yang ada, program ini yang pertama di Indonesia. Nanti kita coba sosialisasikan di kabupaten lain,” ujarnya.

Program 1000 HPK merupakan program yang membantu anak-anak untuk tumbuh besar, berkembang dan menjadi cerdas. Menteri Sssial menyakini program ini bukan hal yang mustahil. Sehingga ia mengajak ibu hamil agar selalu ikut program yang dicangkan Pemda. Idrus Marham mengaku mendukung sepenuhnya Program 1000 HPK.

“Anak-anak nanti semuanya harus sekolah. Jangan sampai ada yang tidak disekolahkan ya,” ujarnya.9

Dokter Steven Langi, PPTK pada Dinkes Kabupaten Asmat mengakui bahwa program ini masih terus dalam proses. Tetapi dengan kondisi terkini di Asmat, menurut dia, apa yang dilakukan pemerintah sudah tepat.

“Kita telah berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Kerja sama lintas sektoral, antar Pemda, Dinas kesehatan, pertanian, pendidikan, perikanan. Semua jejaring yang menunjang program 1000 HPK ini perlu bekerja keras,” ujar dia.

Karena itu dirinya mengapresiasi petugas yang berada di lapangan. Ia mengatakan, kalau ada yang katakan gizi buruk menjadi penyebab kematian, harus dicermati apakah benar karena gizi buruk atau karena penyakit lain?

“Sebab Kalau meninggal karena gizi buruk, berarti orang-orang di sini sudah punah. Nyatanya masih ada sampai sekarang,” kata dia.

Pemerintah menurut Steven Langi tidak tutup mata dengan keadaan ini. Sebab untuk program 1000 HPK yang melibatkan 600 ibu hamil dan menyusui, menghabiskan anggaran Rp 17 miliar per tahun.

“Bayangkan kalau dalam perjalanannya nanti ada 10.000 ibu hamil di Kabupaten Asmat. Dalam setahun Pemkab bisa keluarkan Rp 200 miliar,” kata dia.

Ia mengakui, di lapangan memang masih ada  petugas yang lalai. Tapi jangan lupa bahwa masih ada petugas yang bersungguh-sungguh dalam tugasnya, kata dia. (Bernd/Lex)

Tinggalkan Balasan