Tambang Emas Degeuwo Sebaiknya Dikelola Masyarakat Adat

JAYAPURA, Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Suku Wolani, Mee dan Moni (LPMA Swamemo) menginginkan tambang emas di  Degeuwo, Paniai, dikelola oleh masyarakat setempat.

“Saya pikir ini jalan keluar bagi persoalan Degeuwo. Biar rakyat yang kelola,” kata Sekertaris Jendral  LPMA Swamemo, Jhon Kobepa, Sabtu, (30/12/17) melalui telepon dari Paniai.

Selama ini menurut Jhon, masyarakat lokal terus menjadi korban akibat kerusakan lingkungan dan berbagai dampak lain yang dibawa oleh para penambangan ilegal dari luar. Yang paling terasa menurut dia adalah peredaran minuman keras.

“Tahun 2006 di wilayah Baya Biru terdapat 99 lokasi penambangan liar. Minuman keras beredar tanpa kendali dan enam orang meninggal dunia karenanya,” kata dia.

Belum lagi kekerasan dan penembakan terhadap penduduk lokal yang masuk ke lokasi penambangan liar. “Tahun 2010 seorang warga bernama Luter Bagubau dianiaya oleh mereka. Tahun 2017 Sepanya Anoka ditembak di lokasi Baya Biru,” jelas Jhon.

Sementara itu Ketua Dewan Adat  Daerah (DAD) Paniai John N.R. Gobai mengatakan dirinya telah mengajukan dua draf Rancangan Peraturan Daerah yang isinya memuat kepentingan masyarakat adat. Antara lain tentang tambang yang dikelola masyarakat lokal.  “Secara akademik sudah dibahas dan masuk dalam proglegda untuk dibahas kembali dalam sidang DPR-P tahun 2018,” kata Gobai.  (Alexander Gobai)

Tinggalkan Balasan