Kamus Natal

Adven (Lat. Adventus), kedatangan, yaitu kedatangan Kristus. Minggu-minggu Adven adalah empat hari Minggu sebe­lum tanggal 25 Desember. Minggu Adven pertama adalah permula­an tahun gerejawi. Mulai dirayakan oleh gereja sekitar abad ke-6. Li­turgi masa Adven ditandai dengan lagu-lagu penantian kedatangan Kristus, penyalaan lilin besar berwarna ungu, satu lilin pada Minggu Adven I, dua lilin pada Minggu berikutnya, dan seterusnya; dan juga penggunaan warna ungu dalam dekorasi gereja.

Ajaib, ganjil; aneh; tidak seperti biasa; tidak dapat diterangkan dengan akal; tidak ada taranya. Allah menjelma menjadi manusia, itu adalah akar keajaiban peristiwa Natal. Banyak hal di sekitar kelahiran dan kehidupan Yesus adalah ajaib. Ketika Yesaya menubuatkan kela­hiran Mesias, ia menyebut Mesias sebagai “Penasihat Ajaib” (Yes. 9:5) yang berarti bahwa wibawa dan pertuanan Mesias sungguh tiada taranya di antara manusia.

Ave Maria (Lat.): Salam, hai Maria; doa dari Lukas 1:28 dan 42, yaitu ucapan malaikat dan Elisabet kepada Bunda Maria.

Benedictus (Lat.): Terpujilah; pujian dalam liturgi yang dikutip dari ucapan Zakharia, ayah Yohanes, sering digunakan dalam tata ibadah Natal; tercatat di Lukas 1:67-79.

Betlehem; kota kecil 10 km selatan Yerusalem; arti katanya “Ru­mah Dewa Lahmu” atau “Rumah Roti”; sudah mulai dihuni sejak Za­man Batu; pertama kali dicatat dalam Surat Amarna abad ke-14 sM.; menjadi tempat kelahiran Yesus; pada abad ke-2 dimulai tradisi yang menetapkan sebuah gua di situ sebagai lokasi kelahiran Yesus; pada tahun 338 Kaisar Konstantin dan ibundanya Helena mendirikan gereja bernama Gereja Kelahiran (Church of Nativity) di atas gua itu, yang kemudian dibangun ulang oleh Kaisar Yustinus pada abad ke-6. Sampai sekarang gua dan gedung gereja itu masih ada. Di Betlehem banyak gedung sinagoga, gereja, dan mesjid yang bersejarah. Sebagi­an besar penduduknya adalah orang Palestina keturunan Arab yang beragama Kristen atau Islam. Sedangkan penduduk lainnya adalah orang Yahudi.

Cantata atau Kantata; sejenis komposisi musik yang terdiri dari seri atau paduan antara sejumlah koor, solo, resit, interlud, dan lain­nya, yang ditata secara dramatis. Ada banyak kantata Natal yang di­ciptakan pada abad ke-18. Salah seorang penciptanya adalah George Frederich Handel (1685-1759) yang menciptakan “Messiah” (1741) yang sering digelar pada hari-hari Natal.

Damai, rukun; tenteram; utuh. Berdamai berbaik kembali. Itulah jiwa Natal. Allah mau berbaik kembali dengan umat manusia supaya manusia bisa berbaik kembali dengan Allah dan saling berbaik satu sama lain. Di Yesaya 9:5 Mesias yang akan lahir dinubuatkan sebagai Raja Damai.

Duit, uang; alat pembayaran. Berguna kalau dipakai menolong orang yang membutuhkan, sebaliknya bisa menjadi bencana kalau didewakan. Sering merupakan penyebab orang menjadi serakah, ke­jam, dan kikir. Banyak dipikirkan, dicari dan dikejar, termasuk pada hari-hari Natal. Padahal tanpa banyak duit pun kita bisa merayakan Natal dengan damai dan sukacita.

Efrata; nama purba Betlehem, sebab itu padang rumput di pinggir kota Betlehem disebut padang Efrata; dinubuatkan di Mikha 5:1 sebagai tempat kelahiran Mesias; sekarang banyak penduduk membuat semacam gua dan menyebut gua itu sebagai tempat para gembala menerima berita kelahiran Tuhan Yesus dalam rangka per­saingan menarik wisatawan.

Epifani (Yun. epiphaneia); penyataan, manifestasi. Perayaan gere­jawi pada tanggal 6 Januari. Mulai dirayakan pada abad ke-3 sebagai hari raya baptisan Yesus dan/atau hari kelahiran Yesus. Ada gereja yang merayakannya sebagai hari penyataan Kristus kepada segala bangsa atau penampilan orang-orang majus. Gereja-gereja Timur (di Rusia, Yunani dan Eropa Timur) yang sangat mementingkan peristiwa pembaptisan Yesus merayakan epifani secara meriah.

Gembala; penjaga atau pemelihara ternak. Pada zaman Yesus, di Israel, gembala termasuk lapisan masyarakat yang berpenghasilan paling rendah. Domba yang mereka jaga bukan milik mereka sendiri. Dalam pekerjaan sehari-hari, para gembala membawa semacam tas yang terbuat dari kulit kambing yang berisi bekal makanan, tongkat, semacam kain selendang (yang digunakan sebagai selimut kalau tidur malam hari di udara terbuka), dan suling yang terbuat dari buluh alang-alang. Terhadap orang-orang dari golongan sosial yang paling rendah ini, malaikat menyampaikan kabar Natal untuk pertama kalinya.

Gloria in Excelsis Deo (Lat.): kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi; kata-kata awal nyanyian malaikat di Lukas 2:14.

Gunung Mulia (lengkapnya: Todung Sutan Gunung Mulia), dok­tor ilmu sejarah, meminati pekabaran Injil dan pendidikan umat. Pada tahun 1939 di Jakarta ia memprakarsai persiapan pembentukan De­wan Kristen Nasional yang merupakan cikal-bakal Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang lahir sebelas tahun kemudian. Atas kiprahnya di bidang pendidikan umat, Dr. Mulia dianugerahi doktor kehormatan oleh Vrije Universiteit Amsterdam, dengan dihadiri oleh beberapa kader guru Indonesia yang sedang bersekolah di Eropa, an­tara lain: Adelbert Sitompul, Poltak Sormin, dan Andar Ismail. Badan Penerbit Kristen yang didirikan pada tahun 1946 untuk pekabaran Injil dan pendidikan umat melalui buku, sejak tahun 1971 mengabadi­kan nama Dr. Mulia dengan mengubah nama menjadi Badan Penerbit Kristen Gunung Mulia, disingkat: BPK Gunung Mulia. BPK Gunung Mulia konsisten pada misi utama menerbitkan buku pekabaran Injil dan pendidikan umat dengan buku semurah mungkin, termasuk buku Selamat Natal (promosi nih yeeee!). Oleh sebab itu, BPK Gunung Mulia tidak berpaut apa pun dengan perusahaan yang ikut-ikutan memakai nama Gunung Mulia, seperti perusahaan bus atau yang lainnya. Lagi pula, jika melihat restoran Karo memasang merek BPK Gunung Mulia, jangan kira itu agen toko buku kami, sebab BPK di situ adalah singkatan dari Babi Panggang Karo.

Hadiah, pemberian; kenang-kenangan; atau tanda kasih kepada sanak keluarga dan sahabat; atau bingkisan kepada yang memerlu­kan. Memberi hadiah adalah sejalan dengan jiwa Natal, sejauh kita memberikannya karena ingin berbagi rasa syukur dan gembira ke­pada mereka yang susah dan sedih. Yang tidak sejalan dengan jiwa Natal adalah jika pemberian itu berlebihan, berkemewahan, dan di­berikan kepada orang yang tidak memerlukannya dengan maksud-maksud yang kurang murni.

Ibu; orang perempuan yang telah melahirkan anak, sapaan hor­mat kepada wanita yang sudah maupun belum atau tidak bersuami. Natal juga berfokus pada Bunda Maria, seorang ibu muda belia yang selama sembilan bulan, siang dan malam, melindungi kandungan dan kini dengan bantuan beberapa ibu di desa Betlehem, menjalani proses kelahiran. Ia mengerahkan seluruh tenaga untuk menahan rasa nyeri dan mempertaruhkan nyawa sendiri demi kelahiran sang bayi. Hari Natal dan Hari Ibu hanya terpisah tiga hari, bahkan sebenarnya Hari Natal pun merupakan Hari Ibu, sebab tanpa Bunda takkan ada Putra.

Inkarnasi (Lat. incarnatio; in = masuk ke dalam, caro/carnis = daging). Masuknya Allah ke dalam manusia; misteri yang tidak bisa dicerna oleh akal. Yohanes menyebutnya, “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita” (1:14).

Isai, ayah Daud; “Tunas Isai” adalah gelar untuk Mesias ketika Yesaya bernubuat tentang kelahiran-Nya (Yes. 11:1, 10).

Juruselamat; orang yang menyelamatkan, menolong atau mem­bebaskan. Di dalam Perjanjian Lama Allah digambarkan sebagai juru­selamat (mis. Yes. 49:26). Di dalam Perjanjian Baru lebih banyak di­gunakan untuk menyebut Yesus. Pada hari kelahiran Yesus, malaikat memberitakan, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud …” (Luk. 2:11).

Karol (Lat. carolare = menyanyi), lagu rohani; mula-mula lagu­nya lebih sederhana dari lagu yang biasa digunakan di gereja. Pada abad ke-19 di Inggris diciptakan banyak karol Natal. Berkarol (Ingg. Carolling) juga berarti bernyanyi secara berkeliling, misalnya di depan rumah atau kamar orang sakit, atau berpindah-pindah dari bangsal ke bangsal rumah sakit.

Kartu; kertas tebal berbentuk persegi dengan gambar dan ucapan. Kartu Natal yang pertama dibuat pada tahun 1843 oleh Sir Henry Cole, pendiri Museum Victoria dan Albert di London. Kartu ini dikirim kepada John Horsley dengan gambar sebuah keluarga yang memberikan pakaian dan makanan kepada orang miskin. Tulisan di kartu itu “Brimming Cheer” (Kegembiraan yang meluap). Sekarang ratusan juta kartu Natal dicetak di mana-mana dengan aneka rupa gambar, termasuk gambar yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Natal, seperti gambar botol minuman keras, kembang api, atau orang berdansa.

Khidmat; hormat; khusyuk; penuh kesungguhan; teduh; tenang; penuh kebulatan hati; sesuatu yang diperlukan tetapi kadang-kadang kurang terasa dalam kebaktian Natal.

Krans Natal; karangan daun atau buah cemara berbentuk bulat dipasang di dinding atau daun pintu, lambang kasih Allah yang tidak berujung atau tidak berkesudahan.

Kristus (Yun. Christos = Yang Diurapi); terjemahan dari kata Ibrani Mesias. Mula-mula sebutan atau gelar, kemudian sesudah kebangkitan Yesus, para murid menggunakan itu sebagai nama bagi Yesus yang dibangkitkan (Gal. 1:6; Ibr. 9:11). Dari nama itu para pengikut-Nya di Antiokhia diejek dengan sebutan “Kristen” sekitar tahun 40 (Kis. 11:26).

Kue; penganan yang dibuat dari bahan bermacam-macam dan dalam berbagai bentuk; yang ditunggu pada hari Natal oleh anak kecil (juga oleh om-om serta tante-tante yang gagah berani terhadap lemak dan kolesterol).

Lonceng; genta; bel; gambarnya sering ada di kartu Natal. Tradisi menggunakan lonceng di gereja konon dimulai oleh Uskup Paulinus di Nola, Italia, pada tahun 420. Lonceng berfungsi sebagai tanda awal ibadah, lebih-lebih pada ibadah istimewa seperti Natal; juga dibunyi­kan sebagai tanda berita gembira maupun berita duka.

Magnificat (Lat.), memuliakan; mengagungkan; kata pertama dalam pujian Bunda Maria yang terdapat di Lukas 1:46-55, yaitu Magnificat anima mea Dominum, Jiwaku memuliakan Tuhan.

Natal, kata Latin untuk lahir. Natalitia: hari ulang tahun. Mulai abad ke-3 dihubungkan dengan kelahiran Tuhan Yesus. Pada kalender Philocalian tahun 336, 25 Desember disebut sebagai Natus Christus in Betlehem Judeae. Agaknya tanggal ini dipilih untuk mengganti hari raya pemujaan matahari, yaitu Natalis Solis Invicti.

Nyanyian; lagu, komponen musik pendek yang terdiri atas lirik dan lagu. Banyak nyanyian Natal mempunyai nilai historis dan eku­menis, bahkan ada yang berasal dari abad ke-5. Ada pula nyanyian Natal karya tokoh gereja, misalnya “Gita Sorga Bergema“ karya Charles Wesley, perintis Gereja Methodis, dan “Jauh dari Sorga Datangku“ karya Martin Luther, reformator gereja. Sebaliknya, ada pula nyanyian yang salah kaprah lalu nyelonong ke gereja dan dinyanyikan oleh umat atau koor, padahal itu sama sekali bukan lagu gereja, misalnya “White Christmas”, “Jingle Bells“, atau “I’ll Be Home For Christmas“. Mende­ngar lagu salah kaprah itu mungkin Kristus akan geleng-geleng kepala sambil bergumam, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka nyanyikan.”

Oratorium; tempat berdoa; kapel; jenis karya musik yang besar, yang tumbuh dari suatu kebiasaan di suatu kapel di Roma akhir abad ke-16 dengan bersumberkan cerita Alkitab. Kisah atau berita Natal bisa disampaikan melalui oratorium. Pencipta oratorium yang besar adalah Johan Sebastian Bach (1685-1750); karyanya antara lain “Magnificat” dan “Christmas Oratorio”.

Panitia; kelompok orang yang dipilih untuk mengurus sesuatu. Panitia Natal adalah makhluk-makhluk bumi yang super sibuk men­jelang Natal.

Pohon Terang; biasanya cemara, digantungi rupa-rupa hiasan dan lilin. Kisahnya konon dimulai pada abad ke-8 ketika Santo Boni­fasius dari Inggris datang ke Jerman sebagai pekabar Injil. Bonifasius melihat seorang anak kecil akan digantung di pohon ek untuk diper­sembahkan kepada para dewa. Ia menyelamatkan anak itu. Lalu Boni­fasius memotong sebatang pohon cemara kecil dan diberikannya kepada orang-orang itu sebagai lambang hidup. Ada pula kisah ten­tang Martin Luther yang menebang pohon cemara pada bulan Desember 1540. Ia memasang beberapa lilin di pohon itu pada hari Natal sebagai lambang terang dan hidup, sebab pohon cemara tetap hidup dan hijau walaupun di tengah musim dingin. Mulai perte­ngahan abad ke-19, tradisi memasang pohon terang diperkenalkan oleh Pangeran Albert, suami Ratu Victoria, di Inggris. Dari situ meluas ke seluruh dunia.

Rama; sebuah desa 20 km sebelah utara Betlehem. Ketika men­catat peristiwa pembantaian bayi-bayi di Betlehem, Matius mengutip Yeremia 31:15, “… Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih …” Bayi-bayi yang tidak bersalah ini menjadi tumbal per­tama dari kedatangan Kristus.

Santa Claus, nama sebetulnya Santa Nikolas, uskup Myra, Turki, pada abad ke-4. Terkenal karena murah hati kepada anak-anak mis­kin. Hari kelahirannya, 5 Desember, dirayakan di Belanda sebagai pesta anak-anak. Ketika para imigran Belanda menetap di Amerika pada abad ke-16, tradisi perayaan Santa Nikolas dibawa. Namanya diubah menjadi Santa Claus, tampangnya diubah dari uskup kurus bertopi uskup menjadi bapak yang gemuk bertopi kerucut berjumbai. Peraya­annya pun dipindahkan ke tanggal 25 Desember, padahal sebenarnya perayaan Santa Nikolas tidak ada hubungannya dengan perayaan Natal.

Sederhana; bersahaja; tidak berlebih-lebih; sesuatu yang semakin tidak kelihatan pada perayaan-perayaan Natal, padahal Natal mera­yakan Yesus yang datang secara sangat sederhana.

Sepi; sunyi; lengang; tidak ada apa-apa; dianggap tidak ada; tidak dihiraukan; perasaan seolah-olah tidak ada yang peduli. Pada hari-hari Natal ada orang yang merasakan perihnya rasa sepi, yang ingin merayakan Natal dengan sahabat dan sanak keluarga namun terha­lang oleh pelbagai kendala, misalnya karena terbaring sakit, atau karena tugas (pelaut, pilot, perawat, polisi, tentara), atau karena ken­dala lain.

Turun; bergerak dari atas ke bawah; bergerak ke tempat yang lebih rendah daripada tempat semula. Biasanya orang susah turun dari kekuasaan atau kedudukan, termasuk juga dalam gereja. Tetapi justru itulah yang dilakukan Allah pada peristiwa Natal, Allah turun dari surga menjadi orang biasa.

Ursula; seorang santa yang menurut cerita dibunuh bersama ribuan gadis lainnya di Koln pada abad ke-2 karena mereka, dengan memandang kepada Bunda Maria sebagai tokoh panutan, mengaku diri pengikut Kristus.

Veni, veni, Emmanuel (Lat.): Datanglah, datanglah, Imanuel; kata-kata pertama dari lagu Minggu Adven dari Abad Pertengahan seperti yang terdapat di Kidung Jemaat 81.

Werda; lanjut usia; tua; tingkat terakhir; orang yang mungkin susah berjalan ke gereja, namun sebetulnya mendambakan kekhid­matan dan kehangatan suasana Natal.

X-mas, singkatan Christmas; X adalah huruf pertama dalam kata Yunani Christos kalau ditulis dengan aksara Yunani.

Yesus (Ibr. Yeshua = Allah adalah keselamatan); pusat atau inti Natal; namun sering kali perhatian orang tertuju kepada hal-hal lain.

Yusuf (Ibr. Yoseph = semoga Allah menambah), ayah Yesus, tu­kang kayu (Mat. 13:55), tinggal di Nazaret, mengajarkan keterampilan tukang kayu kepada Yesus (Mrk. 6:3).

Zakharia (Allah telah mengingat); ayah Yohanes Pembaptis, awal kisah Natal menurut Lukas; Zakharia menyiapkan Yohanes untuk “berjalan mendahului Tuhan” (Luk. 1:17).

p

Tinggalkan Balasan