Ssssstt! Selamat Tiduuur

Murid sekolah Minggu mulai berlatih sandiwara

hai mari berhimpun dan bersukaria

panitia Natal sudah menghitung

delapan ratus ribu untuk konsumsi

tiga ratus ribu untuk dekorasi

dua ribu tahun sudah berlangsung

Pikiran membayangkan salju menutupi cemara

Natal diromantikkan jadi pigura

atau dijadikan peringatan zaman purba

gembala di padang Efrata

tiga orang majus dengan unta.

Itukah isi berita kedatangan Yesus?

Juruselamat bukanlah bayi di Betlehem

tapi rabbi di Yerusalem

yang memaki kemunafikan

yang solider dengan si buangan.

Pengikut-Nya disuruh melanjutkan

mempraktekkan keadilan

memprotes jika kekuasaan disalahgunakan

menyediakan hati di mana solidaritas diperlukan

itulah syalom.

Natal lagi

sudah dua ribu tahun syalom dimulai

tapi mana syalom

Seorang sopir taksi dirampok di Bungur

di Slipi seorang pemuda tergeletak di tembak dari jip

yang terus kabur

di sini selundup

di sana korup

Seorang guru sekolah dasar menghitung dan melamun

memegang hadiah jerih payah setahun

hitungannya tidak sukar

uang lima puluh ribuan lima lembar

Malam Natal lagi

malam damai di bumi

itulah juga kata sang letnan di dataran Golan

Damai di Bumi tulisnya kepada keluarga dan taulan

besoknya ia membom lagi

Gedung itu ramai padat

Selamat! Selamat!

orang duduk

berdoa menunduk

X-mas dinner dimulai

Tak jauh dari situ

dalam sel kantor polisi

para tahanan duduk terpaku

sepi

lapar

Natal

bel alarm yang mengejutkan: syalom itu, teruskan!

Tapi pengikut Kristus lebih senang diayun lagu tenang

sunyi senyap

dunia terlelap

Tahun ini pun Natal cuma peringatan zaman dulu

cuma upacara ibadah

cuma urusan rohani pribadi

Malam Natal

malam senyap

dan pengikut Kristus terlelap

Selamat malam pengikut Kristus

selamat malam gereja

selamat tiduuur.

Sssssttt….

p

Tinggalkan Balasan