Kapan Tepatnya Tanggal dan Tahun Kelahiran Yesus?

TIDAK SALAH lagi, Natal jatuh pada tanggal 25 Desember. Tiap tahun tanggalnya sudah tetap. Akan tetapi, benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Tidak. Tidak ada sumber yang dapat memastikan hal itu.

Menurut Lukas 2:8, pada malam kelahiran Yesus, para gembala “tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam”. Itu menunjukkan bahwa kelahiran Yesus bukan terjadi pada bulan Desember yang adalah musim dingin di Israel. Harap Anda saksikan sendiri di peta bahwa Israel terletak pada garis lintang utara yang hampir sejajar dengan Jepang atau Korea Selatan.

Klemens dari Alexandria membuat perhitungan bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Pachon, yaitu tanggal 20 Mei. Tetapi, itu pun bukan kepastian.

Mengapa kita tidak mempunyai tanggal kelahiran Yesus yang pasti? Karena pada zaman itu, merayakan ulang tahun hanyalah kela­ziman orang kafir. Orang-orang Kristen pada zaman itu tidak biasa memperingati ulang tahun. Satu-satunya ulang tahun yang kita baca di Perjanjian Baru adalah ulang tahun Herodes Antipas (lih. Mat. 14:6). Gereja pada zaman itu bukanlah merayakan kelahiran Yesus melain­kan kebangkitan-Nya.

Baru sekitar abad ke-3 umat Kristen di Mesir mulai merayakan Natal. Tanggalnya adalah 6 Januari, bertepatan dengan suatu hari raya umum.

Gereja di Roma baru mulai merayakan Natal pada akhir abad ke-4, dan tanggal yang dipilihnya adalah 25 Desember. Tanggal tersebut dipilih untuk memberi isi yang baru kepada perayaan kafir yang me­nyambut kembalinya matahari ke belahan bumi bagian utara.

Tidak lama kemudian kebiasaan merayakan Natal pada tanggal 25 Desember itu pun diambil alih oleh gereja-gereja di tempat-tempat lain. Dengan satu dua kekecualian, sekarang ini Natal dirayakan tang­gal 25 Desember oleh hampir semua gereja.

Bagaimana dengan tahunnya? Tahun berapa Yesus dilahirkan? Tentang tahunnya pun kita tidak mempunyai kepastian.

Matius 2:1 hanya mengatakan bahwa Yesus dilahirkan “… pada zaman Raja Herodes ….” Tahun-tahun berapa yang disebut dalam buku sejarah tentang Herodes?

Ada seorang ahli sejarah, namanya Flavius Josephus, yang hidup antara tahun 37-100. Jadi, tidak begitu lama setelah zaman Yesus. Ia tinggal di Yerusalem dan kemudian pindah ke Roma. Dari catatan Josephus itu dapat kita ketahui bahwa Herodes yang disebutkan tadi, yakni Herodes Agung, hidup dari tahun 73 hingga tahun 4 sM., ka­rena menurut Josephus bertepatan dengan tanggal tersebut terjadi gerhana bulan.

Jadi, Yesus pasti lahir sebelum tanggal tersebut, karena Raja Herodes inilah yang menyebabkan Yesus diungsikan ke Mesir. Baru setelah kematian Herodes, Yesus kembali dari pengungsian (lih. Mat. 2:19, 20). Dengan demikian dapatlah ditarik kesimpulan bahwa Yesus dilahirkan sekurang-kurangnya beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum tahun 4 sM. Menurut dugaan yang lazim, kelahiran Yesus terjadi antara tahun 8 dan tahun 5 sM.

Masakan Yesus dilahirkan tahun 5 sM.? Apakah Yesus lahir lima tahun sebelum tahun Masehi, yaitu tahun Yesus? Bukankah itu jang­gal? Inilah penyebab kejanggalan tersebut. Pada zaman itu, tahun dalam kekaisaran Romawi dihitung dari tahun berdirinya kota Roma. Tahun Romawi disebut AUC, singkatan dari Ab Urbe Condita, yang berarti ‘sejak berdirinya kota’. Kemudian, pada abad ke-6, seorang rahib bernama Dionisius Exigius membuat kalender baru atas perin­tah Kaisar Justinian. Ia mengganti perhitungan tahun Romawi de­ngan tahun Masehi yang dimulai dari kelahiran Yesus. Tetapi, kemu­dian hari barulah diketahui bahwa ia membuat kekeliruan hitung. Ia menempatkan kelahiran pada tahun 753 AUC, padahal seharusnya pada tahun 749 AUC atau 747 AUC. Kekeliruan itu sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Kita sudah terlanjur menggunakan tahun hasil hitung­an Dionisius itu, yang sebetulnya empat atau lima tahun terlambat dari kenyataan kelahiran Yesus.

Itulah keterangan yang kita peroleh dari catatan sejarah. Tetapi, Alkitab sendiri tidak memberi keterangan yang pasti bilamana Yesus dilahirkan. Yang dikatakan Alkitab hanyalah bahwa Yesus dilahirkan di tanah Yudea pada zaman Raja Herodes.

Alkitab hendak mengatakan bahwa kelahiran Yesus bukan ter­jadi seperti dongeng abstrak tentang dewa yang sewaktu-waktu me­nampakkan diri, melainkan sebagai kenyataan konkrit yang terjadi di tengah sejarah dunia, pada tempat dan zaman tertentu.

p

Tinggalkan Balasan