Kalau Sekarang  Yesus Lahir di Jakarta

Lukas 2:1-20 Versi Jakarta

Pada waktu itu Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta mengeluar¬kan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh DKI Jakarta. 2Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan. 3Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kecamat¬annya sendiri.
4Demikian juga Yusuf pergi dari Nangka Karet di Jati Pulo ke Ke¬lurahan Bungur di Kecamatan Senen, – karena ia berasal dari situ – supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung.
6Ketika mereka di situ, tibalah waktunya bagi Maria untuk ber¬salin, 7dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan sepotong kain dan dibaringkannya di jok mikrolet, karena tidak ada tempat bagi mereka di losmen.
8Di daerah itu ada tukang-tukang parkir yang tinggal di pinggir jalan menjaga mobil waktu malam. 9Tiba-tiba berdirilah seorang po¬lantas di dekat mereka dan sorotan lampu jip bersinar meliputi me¬reka dan mereka sangat ketakutan.
10Lalu kata polantas itu kepada mereka, “Jangan takut, sebab ini bukan razia, melainkan sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh warga DKI. 11Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di Kelurahan Senen. 12Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan se-potong kain dan terbaring di atas pelataran parkir di Proyek Senen.” 13Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan polantas itu sejum¬lah besar bala tentara Dinas Lalu Lintas Jalan Raya (DLLJR) yang me¬muji Allah, katanya:
14”Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
15Setelah polantas-polantas itu meninggalkan mereka dan kem¬bali ke markas, tukang-tukang parkir itu berkata seorang kepada yang lain, “Marilah kita pergi ke Pasar Senen untuk melihat apa yang ter¬jadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di jok kursi bekas mikrolet. 17Dan ke¬tika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah di¬katakan kepada mereka tentang Anak itu. 18Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan tukang-tukang parkir itu kepada mereka. 19Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20Maka kembalilah tu¬kang-tukang parkir itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya se¬suai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Matius 2:1-12 Versi Jakarta
1Sesudah Yesus dilahirkan di Kecamatan Senen, datanglah orang-orang majus dari Peneropongan Bintang di Lembang ke kantor Per¬sekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di Jl. Salemba Raya 10 2dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, Ketua Sinode yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Lembang dan kami datang untuk menyembah Dia.” 3Ketika para Ketua Sinode yang sedang mengadakan sidang Badan Pekerja Lengkap mendengar hal itu, ter¬kejutlah mereka beserta seluruh warga gereja di Jakarta. 4Maka dikum¬pulkannya semua pendeta di lingkungan PGI Wilayah Jaya dan semua dosen Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5Mereka berkata kepadanya: “Di Pasar Senen, Jakarta Pusat, karena demikian ada tertulis dalam kitab nabi: 6Dan engkau, Pasar Senen, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara pusat pertokoan di Jakarta, karena dari pada¬mulah akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan Persekutuan Gereja-gereja.” 7Lalu dengan diam-diam Ketua Sidang Badan Pekerja Lengkap (BPL) memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu tampak. 8Kemudian ia menyuruh mereka ke Pasar Senen, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan saksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, teleponlah kami, supaya kami pun datang menyembah Dia dan kemudian mengangkat Dia dalam Si¬dang Raya yang akan datang.” 9Setelah mendengar kata-kata Ketua Sidang BPL itu, berangkatlah mereka. Lihatlah, bintang yang mereka lihat di Lembang itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. 10Ketika mereka melihat bin¬tang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan kepada-Nya, yaitu emas, buku Tabanas, dan kain tenunan Majalengka. 12Karena diperingatkan melalui mimpi, supaya jangan kembali kepada ketua Sidang BPL, maka pulanglah mereka ke Lembang melalui jalan Bekasi.

Catatan:
Mengomentari tulisan di atas, Harian Sinar Harapan tanggal 17 Desember 1981 menulis: “Pernahkah terbayangkan oleh kita bagai¬mana kalau konteks zaman dan tempat kelahiran Yesus terjadi pada masa kini di kota Jakarta? Kalau hanya membayangkan, barangkali mudah. Tetapi mencoba menempatkan hubungan permasalahan¬nya, membutuhkan ketajaman analisa.”
p

Tinggalkan Balasan