Ajakan dalam Lagu ”Hai Mari Berhimpun”

Lagu”Hai Mari Berhimpun” terdapat hampir di tiap buku nya­nyian Natal. Ada buku yang memuat lagu ini dengan tiga bait, ada yang empat bait, ada yang delapan bait. Sebenarnya jum­lah bait itu tidak jadi soal. Yang menjadi soal adalah kalau urutan bait itu dikacaukan, sehingga menyimpang dari maksud semula penga­rang lagu ini.

Siapa pengarang lagu ini? Lagu ini sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. Sangat kuat dugaan di kalangan para pakar musik gerejawi bahwa lagu ini berasal dari Iagu Latin di abad ke-18. Tetapi tidaklah jelas siapa pengarangnya.

Baru setelah Perang Dunia ke-2, tepatnya pada tahun 1946, Dr. Maurice Frost, pendeta dari Oxfordshire, Inggris, menemukan naskah Latin lagu “Hai Mari Berhimpun” dengan judul “Adeste Fideles”. Pe­nelitian yang dilakukan terhadap naskah ini menyimpulkan bahwa pengarang kata-kata dan pencipta musik lagu ini adalah John Francis Wade, seorang guru di sekolah Roma Katolik berbahasa Inggris di Dovai, Perancis. Menurut dugaan, lagu ini diciptakan pada tahun 1743.

Sebenarnya lagu “Hai Mari Berhimpun” ini terdiri dari empat bait. Keempat bait ini terdiri dari empat ajakan yang berurutan dari pe­ngarangnya. Keempat bait yang diurutkan oleh pengarang lagu ini adalah sebagai berikut:

Bait pertama adalah ajakan kepada semua orang percaya untuk pergi ke Betlehem, melihat dan menyembah Kristus.

Bait kedua adalah pengakuan orang percaya bahwa bayi yang baru lahir itu adalah inkarnasi atau penjelmaan Allah sendiri. Dalam bait ini orang percaya mengaku bahwa Allah telah menjadi manusia, Tuhan yang ilahi telah menjadi insani.

Bait ketiga adalah seruan kepada para malaikat agar menyanyi­kan lagu pujian kepada Allah yang berada di kemuliaan surga.

Bait keempat adalah salam atau sapaan kita kepada Kristus yang lahir pada hari itu.

Jika Anda mendengar atau menyanyikan lagu “Hai Mari Berhim­pun” ini, silakan Anda perhatikan apakah keempat ajakan pengarang terdapat dalam kata-kata lagu ini. Inilah lirik lagu itu sebagaimana terdapat di Kidung Jemaat 109 bait 1, 2, 7, 8:

Hai mari, berhimpun dan bersukaria!

Hai mari semua ke Betlehem!

Lihat yang lahir Raja bala sorga!

Sembah dan puji Dia, Tuhanmu.

Terang yang ilahi, Allah yang sejati,

t’lah turun menjadi manusia

Allah sendiri dalam rupa insan!

Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

Hai para malaikat, angkatlah suaramu,

biduan sorgawi, bernyanyilah!

Muliakan Allah, Bapa dalam sorga

Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

Ya Tuhan yang lahir pada hari ini,

ya Yesus, terpujilah nama-Mu!

Firman abadi yang menjadi daging!

Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

p

Tinggalkan Balasan