Pentas Seni Mengenang Pelanggaran HAM di Papua

JAYAPURA – Peringati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, 10 Desember Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung di dalam Komunitas Sastra Papua (KO’SAPA) menyelenggarakan Pentas Seni berupa lagu dan puisi. Kegiatan itu dilakukan di Jln. Biak, Lingkaran Abepura, Papua, Minggu, (10/12/17).

Kegiatan itu juga dilibatkan beberapa komponen organisasi dan komunitas, di antaranya Sanggar Musik Biak, Papuansvoices, Papuansphoto dan Front Persatuan Rakyat.

Penanggungjawab kegiatan Pentas Seni, Alex Giay mengatakan, dalam peringati hari HAM sedunia sering dilakukan dalam bentuk seminar, diskusi dan lainnya. Namun kali ini, menurut Alex agak berbeda, yakni pentas seni, dengan tujuan agar Rakyat Papua tetap mengingat kembali pelanggaran HAM di tanah Papua yang selama ini belum diselesaikan Negara.

“Seperti kasus Biak, Wamena, Wasior, Paniai, Deiyai dan pembunuhan Theys Eluay, Mako Tabuni,  Keli Kwalik dan pelanggaran HAM yang pernah terjadi sejak tahun 1962 sampai 2017,” katanya kepada bintangpapua.co

Menurut panitia, kegiatan sengaja dilakukan di Jalan Biak karena strategis, agar  seluruh masyarakat  yang lalu- lalang bisa menyaksikannya.

Untuk  itu, Alex berharap Ko’Sapa akan terus melakukan kegiatan-kegiatan seperti pentas seni sebagai bentuk perlawanan.

“Ko’Sapa dan organisasi serta komunitas peduli manusia Papua dan tanah Papua akan terus melakukan kegiatan-kegiatan yang mengenang  kejadian masa lalu,”terangnya.

Salah seorang peserta pentas seni, Marcelino Kudiai mentuturkan, dirinya terharu karena seperti ikut merasakan kematian dari para pejuang dan pelanggaran yang terjadi di Tanah Papua.

“Saya sangat tersentuh. Karena itu kegiatan-kegiatan seperti ini terus dilakukan, sehingga orang Papua ikut merasakan dan ikut menyuarakan kasus-kasus yang pernah terjadi,” harapnya. (Pewarta : Alexander Gobai)

Tinggalkan Balasan