Label Petani Kopi Tidak Sesuai, Disperindag Dogiyai Protes

JAYAPURA – Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dogiyai, Andrias Gobai, S.Sos, MA, menyesali sikap Bappeda Kabupaten Dogiyai dan Bappeda Provinsi Papua yang  memamerkan kopi hasil binaan Disperindag Kabupaten Dogiyai  tanpa berkoordinasi dengan dinasnya.

“Saya jadi heran, kami yang mendampingi petani sejak awal sampai pasca panen selama dua tahun ini, tapi kenapa kok tiba-tiba muncul label baru yang bukan label milik petani waktu pameran pembangunan Otsus di GOR Cenderawasih Jayapura beberapa waktu lalu?” kata  Andrias mengungkapkan kejengkelannya seperti pesan pendek yang ia kirimkan ke Bintangpapua.co, Kamis, (30/11).

Untuk itu, dirinya meminta kepada Bappeda Provinsi Papua dan Bappeda Kabupaten Dogiyai agar segera berhenti melakukan pembohongan publik, karena hal itu memalukan wibawa pemerintah di mata masyarakat.

Baginya, harus selalu ada koordinasi yang baik dengan pihaknya untuk melakukan pembinaan-pembinaan yang optimal dalam memajukan usaha para petani kopi di Kabupaten Dogiyai, sehingga ada peningkatan kemandirian akan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi.

Sebagaimana diketahui, Disperindag Kabupaten Dogiyai terus melakukan upaya untuk memandirikan usaha para petani kopi.  Sekaran mereka membina sekurangnya 144 petani Kopi Arabika di 72 kampung dan 10 distrik di Kabupaten Dogiyai. Para petani diajari teknik sejak pembibitan hingga penanganan pasca panen.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Papua, Muh. Musa’ad saat dikonfirmasi via ponselnya perihal permasalahan itu, dirinya tidak menjawab.(Nls)

Tinggalkan Balasan