Harus Ada Reformasi MRP

 JAYAPURA – Dosen Antropologi FISIP Universitas Cendrawasih (Uncen), Jayapura, Papua,  Fredrik Sokoy, S.Sos, M.Sos., menaruh harapan yang besar terhadap Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Jilid III yang telah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Cahyo Kumolo, tengah November lalu.

“Harus ada reformasi cara kepemimpinan di dalamnya. Usul konkrit saya adalah angkat pemimpin yang baru agar ada penyegaran di dalam tubuh MRP sehingga terjadi perubahan nyata bagi orang Papua,” ujarnya kepada Bintangpapua.co di ruang kerjanya, Kamis, (30/11).

Fredrik menilai MRP Jilid I dan MRP Jilid II tidak melakukan perubahan yang signifikan dalam memperjuangkan hak-hak dasar Orang Asli Papua.

“Harus ada reformasi total demi meningkatkan kepercayaan publik yang selama ini sudah hilang. Kami mau lihat unsur pimpinan MRP yang baru dengan visi-misinya yang baru,” ujar Fredrik yang dikenal juga sebagai budayawan Papua itu.

Menurut Fredrik, salah satu tugas utama MRP adalah menekan pemerintah pusat agar di Papua hanya ada satu UU Otsus seperti yang diterapkan di Nangro Aceh Darussalam.

“Aturan yang bisa memproteksi kebudayan Orang Asli Papua dan bidang lainnya itu harus dilakukan dengan memperjuangkannya. Tidak bisa diam-diam saja,” kata dia.

Untuk itu, dirinya berharap agar MRP melibatkan mitra seperti akademisi, budayawan, pengamat sosial agar diperoleh sebuah produk peraturan yang berkualitas.

“Orang Asli Papua harus lebih baik dari sekarnag,” pungkas Fredrik.(Nls)

Tinggalkan Balasan