Sampai Hari Ini, Jumlah OAP Tidak Jelas

JAYAPURA – Sekda Provinsi Papua, Herry T.E. A. Dosinaen, mengatakan, sangat ironis 16 tahun bergulirnya Otsus di Papua, namun sampai hari ini Pemerintah Provinsi Papua, terutama di kabupaten/kota se-Provinsi Papua belum mempunyai data yang valid tentang jumlah penduduk Orang Asli Papua (OAP).

Tetapi di sisi lain kata Dosinaen, banyak laporan menjelang Pilkada dari kabupaten/kota mengenai jumlah penduduk yang jumlahnya terus naik setiap tahun. Padahal kenaikan tersebut menurut dia semata-mata demi  berbagai kepentingan antara lain kepentingan politik, pemekaran daerah, kenaikan dana alokasi umum (DAU) atau bahkan demi kepentingan memenuhi janji kampanye saat pemilu untuk dimekarkan sebagai distrik atau kampung yang baru.

“Sayangnya kita mengabaikan berapa jumlah penduduk OAP, yang menjadi tanggungjawab,” ungkapnya kepada wartawan usai membuka kegiatan Pelatihan Program Pendampingan Masyarakat Kampung se-Provinsi Papua di GOR Waringin Kotaraja, Selasa, (28/11).

Menyikapi itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, pada Raker para bupati/walikota se-Provinsi Papua dan pada berbagai kesempatan telah menegaskan agar bupati/walikota mendata secara jelas berapa jumlah pasti Orang Asli Papua.

“Saya harapkan kepada para pendamping dana desa agar turut mendata berapa jumlah penduduk OAP dan selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua,” ujarnya.

Menurutnya, dengan mengetahui berapa pasti jumlah OAP, pemerintah bisa memberikan bantuan bagi warga untuk mandiri. “Harusnya sejak Irian Barat bergabung ke NKRI, kita sudah ada data mengenai berapa jumlah OAP. Gubernur ingin jumlah OAP harus valid dan dihitung  oleh bupati/walikota sebab mereka punya rakyat,” tandas Dosinaen.(Nls)

Tinggalkan Balasan