Ratusan Mahasiswa Mamberamo Tengah Minta KPK Periksa Bupati

JAYAPURA, – Ratusan  Mahasiswa Papua yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Pelajar Mamberamo Tengah (HMPMT) Kota Studi Jayapura Tahun 2017,  mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memeriksa Bupati Mamberamo Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan atas dana  desa dan dana pendidikan tahun anggaran 2013-2017.

Pernyataan itu disampaikan dalam aksi demo damai di halaman Kantor Gubernur Papua, pada Selasa (28/11/2017) siang, dengan membawa sejumlah spanduk besar dan pamflet sebagai tanda komitmen mereka untuk mendesak agar Bupati dan Kadis P dan P diperiksa KPK.

Masa yang dipimpin langsung  Meki  Pegumis selaku Ketua HMPMT dan Yonas Endama ini menyatakan, bahwa bantuan dana pendidikan dan dana desa/kampung belum optimal. Bahkan kebijakan kebijakan Bupati yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat dan mahasiswa di Kabupaten Membramo Tengah.

Dalam orasi yang disampaikan Meki mengatakan, aksi  demo damai yang dilakukan karena aspirasi mereka harus disampaikan kepada  Gubernur Papua atas persoalan yag terjadi di kabupaten Mamberamo Tengah.

“ Kami mahasiswa  menuntut dan mendesak Gubenbenur Papua untuk segera memerintahkan tim audit anggaran untuk memeriksa bupati kabupaten Mamberamo Tengah dan kepala Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Tuntutan tersebut, ungkap Meki,  karena kebijakan yang dibuat oleh bupati tidak sesuai dengan masalah yang sebenarnya terjadi di Mamberamo, bahkan mahasiswa asal Mamberamo Tengah tidak pernah mendapatkan biaya pendidikan siswa dari tahun anggaran 2013-2017.

“Makanya kami minta Bapak Gubernur untuk menurunkan tim audit menangkap bupati Mamberamo,” tukasnya.

Sekretaris Daerah  Provinsi Papua, TEA Hery Dosinaen, SIP, MKP turun   menemui massa untuk mendengar langsung pernyataan sikap yang disampaikan para  pendemo.

“Saya menerima aspirasi yang rekan- rekan sampaikan. Saya minta untuk tidak terprovokasi yang dilakukan oleh kelompok pendukung bupati. Silahkan kembali dengan tertib  dan nanti akan dikawal oleh pihak Kepolisian,” tukasnya.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Meki antara lain meminta pemerintah Kabupaten Mambramo Tengah segera mencairkan dana studi pada  akhir tahun 2017.

“Kedua, mahasiswa Mamberamo Tengah mendesak Gubernur  Papua untuk segera perintahkan tim audit anggaran atau  KPK  turun memeriksa Bupati Mamteng dan Kadis pendidikan terkait dana pendidikan tahun angggaran 2013/2017,” katanya.

Ketiga,  mereka menuntut Gubernur segera membentuk tim investigasi guna mengungkap aktor dibalik pembunuhan Kepala Kampung Wanelok pada Kamis 17 November 2017 di Distrik Kobakma Kabupaten Mamteng. (riy)

Tinggalkan Balasan