Perbatasan RI – PNG Pendapatan Pedagang Diperkirakan Mencapai Rp 6 M/Per Tahun

JAYAPURA – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag)  Provinsi Papua, Max M.E. Olua, S.Sos, M,Si mengatakan, sejak dilakukannya penataan kawasan perbatasan oleh Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat, jumlah pendapatan di kawasan perbatasan RI-PNG diperkirakan mencapai Rp 6 M/Per Tahun.

“Hitungan manual kami Rp 6 M per tahun, sedangkan per bulannya Rp 600 juta. Semua itu dikelola Dispenda Provinsi Papua,” ungkapnya kepada Bintang Papua di Wutung Perbatasan RI-PNG, Jumat, (24/11).

Baginya, pendapatan itu masih dalam taraf pasar yang sederhana seperti sekarang ini, dan itu dipastikan pendapatan perkapita penduduk per tahunnya akan terus mengalami peningkatan seiring dengan dibangunnya pasar perbatasan yang semakin lebih bagus, karena pasar yang modern, yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukungnya seperti rekreasi dan lain sebagainya.

“Apalagi ada Pameran Border Trade Fair seperti ini yang dilaksanakan setiap tahun, pasti pendapatan masyarakat semakin meningkat,” katanya lagi.

Soal pasar yang sedang dibangun, kata Max Olua bahwa pihaknya hanya sebagai penerima hasil dari pembangunan fisik gedung tersebut, sebab yang melaksanakannya adalah Kementrian PUR. Hanya saja menurut keterangan kontraktor Nindya Karya bahwa diperkirakan pasar modern itu sudah dituntaskan fisiknya pada Januari 2017.

“Jumlah pedagang yang menghuni kios pasar itu sebanyak 200 orang. Sedangkan pedagang kaki lima (pedagang tidak tetap) lebih banyak jumlahnya ,” pungkasnya.(Nls)

Tinggalkan Balasan