Erupsi Gunung Agung, Penerbangan Jayapura-Bali Dialihkan

JAYAPURA – Erupsi Gunung Agung Bali, berimbas hingga ke Jayapura, Provinsi Papua. Sebab, maskapai Garuda Nomer  Penerbangan GA 653 rute Jayapura-Timika-Bali-Jakarta mengalihkan penerbangannya sejak Senin (27/11/2017). Data yang diperoleh dari Branch Office Garuda Jayapura, Papua, mengatakan, hari Senin ada 32 orang penumpang menuju Denpasar, sementara hari Selasa terdapat 33 penumpang.

“Sejak Bandar Udara Ngurah Rai Nusa II Bali di tutup kemarin (red), kami melakukan strategi penerbangan, antara lain melakukan penjadwalan ulang (pax reschedule), perubahan rute penerbangan (pax route) dan pengembalian uang (pax refund) 100 persen,” ungkap GM Garuda Indonesia Branch Office Jayapura, Papua, Max Fee Kindengan, Selasa (28/11/2017) ketika diwawancarai wartawan.

Mac menjelaskan, dari 32 orang dihari pertama, sebanyak 8 orang melakukan pax reschedule, 21 orang melakukan pax route ke Surabaya, 3 orang pax refund.

“Untuk hari ini ada 33 orang, di mana 23 orang melakukan pax rechdule dan 10 melakukan pax route ke Surabaya,” kata Max.

Max menjelaskan, para penumpang yang meminta pergantian rute penerbangan ke Surabaya, informasinya mereka akan ke Bali dengan jalur trasportasi darat.

“Kemungkinan para penumpang tak ingin menunggu waktu lama, sehingga mereka memilih jalur Surabaya ke Bali. Tapi, kembanyakan di antara mereka melakukan pergantian jadwal ulang. Namun, apabila ada yang meminta pengembalian uang pembelian tiket, maka kita akan berikan 100 persen,” tegasnya.

Dampak semburan abu vulkanik Gunung Agung di Bali, penerbangan bandara terbesar di Bali ditutup, mulai Senin, 27 November 2017 dari pukul 07.00 WITA selama 24 jam ke depan. ( : riy )

Tinggalkan Balasan